Hari Patriotik! Merah-Putih di Bukit Terlarang

×

Hari Patriotik! Merah-Putih di Bukit Terlarang

Share this article
Bendera Merah Putih ukuran 10x3 meter dibentangkan para pemuda karang Taruna Tunas Jaya Bone Pantai Bonbol di bukit terlarang

Gorontalo Hargo.co.id – Tanggal 23 Januari 1942 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Gorontalo. Kala itu, Gorontalo lepas dari penjajahan. Kini masyarakat pun beragam cara mengekspresikan peringatan Hari Patriotik itu.

Tak terkecuali yang dilakukan pemuda Karang Taruna Tunas Jaya Kecamatan Bone Pantai, Bone Bolango (Bonbol). Agenda kegiatan bertemakan “membangun semangat Patriotik muda sebagai pembuktian bahwa kami adalah pemuda Tunas Jaya” itu diawali sejak pagi hari.

Mereka memulai prosesi peringatan hari Patriotik dari ziarah ke makam mantan kepala desa yang bergelar adat TANO NIMBAGU noguwaLa. Usai memanjatkan doa sekaligus mengenang jasa-jasa almarhum, dilanjutkan melakukan upacara bendera di Bukit Terlarang.

Sebuah bukit menjulang dengan kemiringan cukup terjal itu menjadi tempat mereka melakukan upacara. Untuk menempuhnya mereka harus terpaksa melintasi jalan setapak yang mendaki ke bukit.

Di puncak bukit itu sudah disiapkan tenda dan kursi para tamu undangan untuk mengikuti upacara.

Khusus petugas pengibar bendera sudah terlebih dahulu dibuatkan sebuah titian bambu bertingkat yang dipasang berada di bibir bukit berlatar belakang pemandangan desa.

Meski bukit terlarang dikenal kepercayaan masyarakat bahwa setiap mengibarkan bendera akan sakit dan kejang di tempat itu.

Mereka tetap melakukannya. Bahkan dalam serangkaian upacara tersebut, mereka justru membentangkan merah putih ukuran 10×3 Meter tepat di depan tempat mereka lakukan upacara.

“Nama terlarang karena menurut orang tua tidak bisa mengibarkan bendera di situ tapi kami mencoba membuang mitos tersebut sehingga kita fokusnya pada mengenang hari Patriotik 23 Januari,” ujar Irawan Muhammad, pembina pemuda Tunas Jaya yang menginisiasi kegiatan tersebut.

Dalam upacara ini masyarakat sangat antusias memeriahkannya. Sebab hampir 200 peserta yang terdiri dari siswa SMP 1 Bone Pantai, masyarakat, karang taruna, remaja masjid dan perwakilan PKK serta Amran Mangopa, anggota Polsek Bone Pantai yang sempat bertindak selaku inspektur upacara pengibaran bendera.

“Tujuan kami hanya menggelorakan semangat perjuangan dan semangat patriotik di kalangan generasi muda karena semakin terkikisnya jiwa patriotisme di Jaman Now. Dari atas bukit yang terlihat perkampungan Tunas Jaya, Bilungala dan sekitarnya.

Setelah kegiatan kembali dilakukan makan bersama yang disajikan oleh ibu-ibu PKK dengan masakan non beras,” pungkasnya.(csr/hg)