Hargo.co.id, GORONTALO – Masih ingat dengan aksi heroik yang dilakukan Joni, siswa kelas 1 SMP Negeri Silawan, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia memanjat tiang bendera setinggi 20 meter untuk membetulkan tali bendera yang tersangkut saat upacara HUT ke-73 Kemerdekaan RI, di Belu, NTT, tahun 2018 silam.
Aksi heroik yang sama juga dilakukan Riski Lamato. Pelajar yang terinformasi tengah mengenyam ilmu pendidikan menengah atas di SMA Negeri 9 Kabupaten Gorontalo Utara rela memanjat tiang bendera yang tingginya diperkirakan mencapai 14 Meter.
Aksi itu dilakukan Riski karena tali bendera terlepas saat upacara peringatan detik-detik Proklamasi yang berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Sumalata, Kamis (17/8/2023). Aksi tersebut terekam dalam sebuah video amatir yang dibagikan di media sosial Facebook oleh pemilik akun Syafrudin Ibrahim.
“Kejadian di Kecamatan Sumalata Kab. Gorontalo Utara tali bendera terlepas saat upacara penaikan sang merah putih
dan demi sang merah putih berkibar anak siswa ini rela memanjat tiang bendera,” tulis Syafrudin di postingannya.
Informasi yang beredar, insiden terjadi dikarenakan petugas pengerek bendera terlalu kuat menarik tali bendera. Melihat kondisi itu, Riski berlari menuju ke tiang bendera.
Tanpa berfikir panjang dan resiko yang dihadapi, Riski langsung memanjat tiang tersebut hingga ke bagian terujung
dan segera memperbaiki tali yang putus. Setelah di perbaiki, Riski pun langsung turun. Bendera Sang Saka Merah Putih pun akhirnya berkibar.
Apa yang dilakukan Riski Lamato patut diacungi jempol dan diapresiasi. Sebab, dia adalah salah satu dari sekian sosok pelajar yang memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi.(*)
Penulis: Rendi Wardani Fathan












