Hargo.co.id, GORONTALO – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) resmi mengumumkan nama-nama yang akan diusung pada pemilihan gubernur (Pilgub) Gorontalo, pemilihan wali kota (Pilwako) Gorontalo dan pemilihan bupati (Pilbup) Gorontalo, Boalemo, Bone Bolango, Gorontalo Utara dan Pohuwato.
Dari sekian banyak nama yang diwacanakan, DPP Golkar hanya menetapkan 15 nama yang akan diusung. Yaitu, Yaitu Idah Syahidah Rusli Habibie, Roem Kono, Marten Taha, dan Syarif Mbuinga. Sementara untuk Pilkada Bone Bolango, juga ada empat nominasi calon yaitu Zainuddin Pedro Bau, Alham Habibie, Yeyen Saptiani Sidiki, dan Sofyan Wahidji.
Untuk Pilkada Kabupaten Gorontalo, Boalemo dan Pohuwato masing-masing hanya satu nama. Untuk Pilbup Kabgor yaitu Hendra Hemeto, Pilbup Boalemo, Lahmudin Hambali dan Pilbup Pohuwato Nasir Giasi. Sementara untuk Pilkada Gorut DPP Golkar menetapkan dua nominator calon yaitu Thariq Modanggu dan Thomas Mopili.
Dikutip dari harian Gorontalo Post, para kandidat ini akan diuji popularitas hingga elektabilitasnya sebelum ditetapkan sebagai calon kepala/wakil kepala daerah.
Penetapan 15 kandidat calon itu tertuang melalui surat DPP Partai Golkar bernomor: Sund-308/GOLKAR/XI/2023 tertanggal 16 November. Surat tersebut ditandatangani Wakil Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia Tandjung dan Sekretaris Jenderal Lodewuk F Paulus.
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Thomas Mopili, menguraikan surat DPP berisi undangan kepada 15 bakal calon untuk menerima surat perintah penugasan dan pengarahan Ketua Umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto.
“Sore ini (kemarin.red) penyerahan surat perintah penugasan dan pengarahan Ketua Umum DPP Golkar bagi seluruh calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk Pemilu Serentak 2024,” ungkap Thomas Mopili.
Thomas menjelaskan, para bakal calon kepala dan wakil kepala daerah yang mendapat penugasan untuk melakukan sosialisasi. Selanjutnya DPP akan melakukan survei untuk menjadi dasar penetapan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Pemilu 2024.
“Ini sudah menjadi tradisi di Partai Golkar,” ungkapnya.
Soal masuknya Syarif Mbuinga sebagai salah satu kandidat calon, Thomas mengatakan,
meski Syarief Mbuinga mencalonkan diri sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI
tapi yang bersangkutan masih berstatus kader Golkar.
“Sehingga beliau tetap masuk dalam kandidat yang mendapat penugasan untuk Pilkada,” tegas Thomas.(*)
Penulis: Rendi Wardani Fathan












