Hargo.co.id GORONTALO – Sejatinya kehidupan Nasir Mahmud (60) di Jakarta terbilang sudah mumpuni. Nasir berprofesi sebagai pengusaha, dan istrinya tercatat sebagai guru.
Namun, tahun lalu Nasir memutuskan untuk ke Gorontalo memboyong putrinya semata wayang AFM alias Nanda.
Keputusan Nasir membawa Nanda ke Gorontalo bukan tanpa alasan. Selain memiliki kerabat di Gorontalo, Nasir berharap putrinya tak terjerumus ke pergaulan bebas sebagaimana yang ada di Ibukota.
“Korban (Nasir Mahmud,red) sangat penyayang kepada anaknya. Dia bela-belain meninggalkan istrinya di Jakarta untuk kebaikan anaknya. Ia berprinsip kalau di Gorontalo anak ini akan baik,†ungkap Agustina, yang merupakan kerabat Nasir Mahmud.
Setibanya di Gorontalo, Nasir lantas memasukkan Nanda ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Kota Gorontalo. “Saat awal pertama di Gorontalo dia penurut,†kata Agustina.
Diduga setelah menjalin hubungan dengan OH alias Opin, konsentrasi Nanda untuk belajar mulai berkurang. Mengetahui, sang anak tak lagi fokus belajar, Nasir lantas menasehati dan melaran Nanda agar tak pacaran.
“Ayahnya tak setuju mereka berdua pacaran. Karena bisa berdampak buruk terhadap Nanda,†kata Agustina.
Sementara itu di mata kerabat lainnya, dalam kesehariannya Nanda terbilang pendiam. Perempuan yang bertubuh padat berisi dan berkulit cerah itu, jarang keluar rumah.
