Kini Banyuwangi juga mulai pede, dengan kabupaten berbasis pariwisata. Dalam Kalender Event Banyuwangi, 53 event itu mulai dari sport, budaya, kuliner, dan lainnya. “Bulan ini ada BMX 2-4 April, juga internasional.
Lalu ada Wind Surf International juga oleh Australia dan New Zealand, lalu International Surfing, International Kite, dan lainnya. ITdBI 2016 ini diikuti 27 negara, salah satunya bernama Peter Pouly yang dua tahun berturut-turut memenangi tanjakan maut Ijen. Sampai-samapi dia punya anak dinamai Pouly Ijen,†ungkapnya.
Tour de Banyuwangi Ijen ini sendiri levelnya 2.2 race setara dengan Tour de Singkarak yang sudah lebih lama eksis. “Khusus ITdBI promosi pariwisatanya dikemas dalam tema besar sport, culture and tourism. TdBI sudah mendapatkan peringkat â€excellent” dari federasi balap sepeda dunia, UCI. Levelnya sudah 2,2 race, sama dengan Tour de Singkarak dan Tour de Indonesia,” tambah Azwar Anas.
Dengan jumlah hadiah yang besar, level kejuaraan yang tinggi, ITdBI pun mulai banyak dilirik peserta dan tim papan atas Asia. Untuk 2016, ada 20 tim luar negeri dari 29 negara yang bakal ambil bagian. Di antaranya, Pishgaman Giant Team, Skydive Dubai Al Ahli, dan Tabriz Shadari Team yang merupakan juara 1, 2, 3 Asia. Selain itu, ada juga Timnas San Marino dan Timnas Irlandia.
“Tahun ini aroma turismenya makin kuat. Ada dua destinasi baru yang bakal dilewati. Satu Waduk Sidodadi di Glenmore. Satunya lagi Pantai Grand New Watu Dodol di Kalipuro,” papar Azwar.
Seperti balap sepeda selalu punya sensasi. Tour De Banyuwangi Ijen juga memiliki “Jalur Neraka” sebagai arena uji nyali dan ketangguhan pembalap. Di salah satu etape, akan disiapkan jarak tempuh 171,3 kilometer yang harus dijelajahi di ketinggian 1.875 meter di atas permukaan laut. Lokasinya tepat di punggung Gunung Ijen dengan tanjakan yang mencapai 45 derajat. Selain tanjakan, etape paling panjang ini juga menghadirkan kelokan tajam. (Vr/hargo)
