Sabtu, 29 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Jangan Dibiarkan, Ini 10 Tanda Tubuh Anda Mengandung Racun Berbahaya

Oleh Admin Hargo , dalam LifeStyle , pada Jumat, 17 Desember 2021 | 04:05 AM Tag: , , ,
  Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

Hargo.co.id, JAKARTA – PERNAHKAH Anda mengalami rasa lelah yang luar biasa dan membuat kamu hanya ingin tidur saja?

Bisa jadi tubuh Anda mengandung racun. Polusi udara, rokok, asap rokok, pestisida dan lainnya bisa mengendap di tubuh Anda dan menjadikannya sebagai racun.

Sebenarnya, ada beberapa tanda yang mudah dilihat jika tubuh Anda mengandung racun yang berbahaya.

Apa saja itu? Berikut ini penjelasannya, seperti dikutip laman Emedihealth.

1. Sembelit

sembelit bisa terjadi akibat kelebihan racun dalam tubuh.

Racun dan efek samping agen farmakologis bisa menyebabkan konstipasi.

Racun dan agen penting yang bisa menyebabkan konstipasi termasuk timbal, antikolinergik, narkotika, antidepresan, obat psikiatri, antikonvulsan, dan vitamin D yang berlebihan.

2. Berat badan bertambah

Banyak racun lingkungan bisa memengaruhi metabolisme dan hormon, yang menyebabkan penambahan berat badan.

Ketika tubuh terkena racun yang berlebihan dan tidak bisa mengeluarkannya secara efisien, racun kemudian disimpan sebagai lemak untuk mencegahnya beredar di aliran darah.

Hal ini bisa menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang merugikan, seperti diabetes.

Racun yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan antara lain pestisida, plastik dan lainnya.

3. Kelelahan konstan

Kelelahan terus-menerus bisa menjadi tanda kelebihan racun dalam tubuh.

Racun lingkungan bisa mengganggu metabolisme otot, yang menyebabkan nyeri otot dan kelelahan yang konstan.

Kebanyakan individu yang mengalami kelelahan konstan karena racun kimia mungkin karena pemicu seperti penggunaan narkoba, paparan pestisida, dan renovasi atau pindah ke rumah baru.

Kelelahan juga bisa disebabkan oleh insomnia akibat racun dan kurang tidur.

4. Masalah kulit

Racun bisa diserap melalui kulit, menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit.

Paparan bahan kimia di tempat kerja merupakan penentu signifikan kondisi kulit seperti dermatitis kontak iritan, dermatitis kontak alergi, kanker kulit, infeksi kulit, dan cedera kulit.

5. Sakit kepala dan migrain

Sakit kepala mungkin merupakan tanda dari berbagai racun.

Toksisitas karbon monoksida dan sianida adalah penyebab umum sakit kepala akibat toksin.

Agen yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah seperti nitrogliserin juga bisa meningkatkan aliran darah ke otak, yang mengakibatkan sakit kepala.

Penyebab lain termasuk metilen klorida, pestisida, bahan kimia, ketidakseimbangan hormon, dan penarikan.

6. Perubahan suasana hati

Racun tertentu bisa memengaruhi sistem saraf dan endokrin, yang menyebabkan masalah psikologis, seperti depresi, kecemasan, perubahan suasana hati, dan gangguan tidur.

Alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, dan agen farmakologis juga merupakan penentu psikologis dan emosional suasana hati.

Karbon monoksida dan pestisida juga bisa menyebabkan kematian sel saraf akibat penurunan suplai oksigen, mengganggu kognisi, dan menyebabkan demensia.

7. Bau mulut

Bau mulut bisa menjadi indikator kelebihan racun dalam tubuh.

Halitosis, juga dikenal sebagai bau mulut bisa mengindikasikan proses yang mendasarinya, bukan karena makan makanan yang salah atau lupa menyikat gigi.

Nafas yang memiliki bau buah dihasilkan dari penumpukan keton, terutama aseton, di dalam tubuh, yang terjadi selama ketoasidosis diabetik (DKA), kontrol gula darah yang tidak diatur dalam tubuh penderita diabetes dan merupakan keadaan darurat medis.

Toksisitas arsenik juga bisa menyebabkan perubahan bau napas, memberikan bau seperti bawang putih pada napas.

Toksisitas sianida juga bisa mengganggu napas seseorang, memberikan bau “almond pahit”, tetapi ini mungkin sulit dideteksi.

8. Nyeri dan kejang otot

Alkohol, ketidakseimbangan elektrolit, dan efek farmakologis yang merugikan adalah etiologi yang bisa menyebabkan miopati.

Miopati toksik bisa bermanifestasi sebagai nyeri otot, kram otot, dan kelemahan otot yang parah dengan rhabdomyolysis (kematian serat otot, melepaskan konten beracun ke dalam sirkulasi), menyebabkan gagal ginjal dan kemungkinan kematian.

9. Insomnia

Insomnia bisa terjadi dari berbagai etiologi, lingkungan, keturunan, psikologis, dan perilaku.

Mengonsumsi kafein, alkohol dan merokok menjelang waktu tidur bisa menyebabkan gangguan tidur dan insomnia.

Penyebab insomnia ini biasanya jangka pendek dan reversibel, tetapi diatasi dengan memiliki waktu tidur yang teratur.

10. Tubuh terlalu panas dan berkeringat

Zat dan racun tertentu seperti kafein, organofosfat, MDMA, dan ekstasi bisa meningkatkan efek simpatomimetik dalam tubuh, meningkatkan termoregulasi dan mengakibatkan tubuh menjadi terlalu panas dan berkeringat.

Toksisitas kolinergik yang disebabkan oleh organofosfat, yang ditemukan dalam pestisida dan insektisida bisa meningkatkan keringat bersamaan dengan efek sistemik lainnya.(JPNN.com)

 

 

 

 

*) Artikel ini telah tayang di JPNN.com, dengan judul: “10 Tanda Tubuh Anda Mengandung Racun yang Berbahaya, Jangan Dibiarkan“. Pada edisi Kamis, 16 Desember 2021.
(Visited 30 times, 1 visits today)

Komentar