Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo melaui Bupati Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali berupaya keras mendorong pengembangan Pelabuhan Tilamuta bisa melayani aktivitas peti kemas.
Hal itu didasari niat tulus agar pelabuhan ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Upaya ini sudah ditempuh MoU antara Pemkab Boalemo bersama PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Regional IV di Makassar beberapa waktu lalu.
Kini, sebagai tindaklanjut kerjasama itu, oleh PT Pelindo Regional IV mendatangkan tim survei ke Pelabuhan Tilamuta, Rabu (16/07/2025).
Kunjungan tim survei dibawah koordinator Divisi Komersial PT Pelindo IV, Dewi Nirmalasari tersebut disambut hangat Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali mewakili Bupati Rum Pagau bersama Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tilamuta, Subur Raharjo. Hadir pula para pimpinan OPD terkait, Camat Tilamuta, dan kepala desa setempat.
Di sela-sela survei, Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim survey PT Pelindo Regional IV.
“Kami tentu sangat bangga atas kunjuntan tim survey PT Pelindo Regional IV. Ini menunjukkan progres dan keseriusan PT Pelindo bersama Pemkab Boalemo mengembangkan Pelabuhan Tilamuta. Kami pun berharap apa yang menjadi harapan kita semua segera terwujud,” tutur Lahmuddin Hambali.
Sementara itu, dari survei tersebut, ada beberapa titik lokasi didatangi tim PT Pelindo. Diantaranya, kawasan pengembangan pelabuhan di Pentadu Timur dan kesiapan lahan pemerintah untuk peti kemas di Desa Pentadu Barat, tak jauh dari pelabuhan.
“Kami sudah menginstrusikan kepada pimpinan OPD terkait agar memberikan dukungan penuh PT Pelindo. Mulai dari dukungan data teknis, dokumen pendukung dan hal-hal lain berkaitan pengembangan Pelabuhan Tilamuta dibutuhkan pihak PT Pelindo,” ujar Lahmuddin Hambali.
Disamping itu kata Lahmuddin Hambali, pihaknya juga sudah membentuk tim percepatan pembangunan Pelabuhan Tilamuta.
Disepakati setiap Rabu rutin diadakan rapat bersama PT Pelindo. Tujuannya untuk menyampaikan progress dan update data teknis pendukung dibutuhkan PT Pelindo.
“Seperti halnya data potensi industri, kondisi perekonomian daerah, dan potensi komoditi hasil pertanian, perkebunan maupun kelautan,” tambahnya.
Saat ini lanjut Lahmuddin Hambali, potensi perkebunan meliputi kelapa sawit, coklat, kelapa dalam dan perkebunan tebu. Selama ini, hasil komoditi ini diangkut dari Pelabuhan Bitung, tentu biaya operasionalnya sangat tinggi.
Nah, kalau pengangkutannya sudah lewat Pelabuhan Tilamuta, otomatis biayanya rendah dan imbasnya harga komoditi di tingkat masyarakat akan naik.
“Untuk aktivitas peti kemas, nantinya kami berupaya menggandeng ivestor bisa berinvestasi di lokasi lahan disediakan pemerintah daerah,” kata dia.
Diharapkan, seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan moril, dan terus bersabar sampai Pelabuhan Tilamuta benar-benar tuntas jadi kawasan pelabuhan melayani peti kemas, sehigga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saat ini baru tahap survei awal, dan ini membutuhkan waktu yang cukup,” tandasnya.(Rls)












