Dengan asumsi pengisian mesin ATM sebanyak lima kali, dalam sebulan perputaran uang di Popayato bisa mencapai Rp 4 miliar. Itu baru dari uang tunai yang diambil dari ATM Bank BRI saja.
Lebih jauh, Ardiansyah bilang, perputaran uang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Popayato turut berdampak terhadap bisnis Bank BRI, khususnya Unit Tapal Batas. Baik jumlah dana pihak ketiga (DPK) maupun jumlah pinjaman Bank BRI Unit Tapal batas berada dalam tren naik.
“Dalam banyak kasus, si suami bekerja di PT BJA sementara istrinya membuka usaha di sini. Mereka butuh modal untuk menjalankan usahanya sehingga kami membantu memberikan kredit,” kata Ardiansyah.
Ardiansyah berharap, rencana PT BJA untuk menambah kapasitas produksi akan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan. Dengan begitu, perputaran uang dan ekonomi masyarakat Popayato akan semakin terbantu.(Rilis)












