Gorontalo

Kementan Sambut Baik Program Pengembangan Peternakan Sapi di Gorontalo

×

Kementan Sambut Baik Program Pengembangan Peternakan Sapi di Gorontalo

Sebarkan artikel ini
Kementan Sambut Baik Program Pengembangan Peternakan Sapi di Gorontalo
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Selasa (06/05/2025).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo menargetkan pengembangan sektor peternakan sapi sebagai salah satu program strategis lima tahun ke depan. Hal ini disampaikan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, saat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, Selasa (6/5/2025).

Berita Terkait:  Kunjungi Dewan Pers, Diskominfotik Gorontalo Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan

Pada kesempatan itu Gusnar memaparkan bahwa program tersebut akan dilakukan melalui dua pendekatan utama, yaitu sistem penggemukan dan peternakan kandang. Kedua metode tersebut, kata Gusnar Ismail, dipilih untuk mendukung kemandirian pangan daerah serta menekan ketergantungan terhadap pasokan daging dari luar daerah.

“Kami memiliki lahan potensial seluas 200 hingga 300 hektare yang siap dikembangkan untuk peternakan sapi. Kami juga telah menyiapkan pakan lokal seperti jagung, ampas tebu, dan tanaman rumput gajah yang sangat luas. Ini menjadi modal penting untuk mendukung keberlanjutan program,” terangnya.

Berita Terkait:  128 Anggota Satpol PP Provinsi Jalani Orientasi

Pemprov Gorontalo juga membuka peluang kerja sama dengan investor dan peternak lokal dalam pelaksanaan program tersebut.

“Kami mengundang pihak swasta untuk bermitra. Program ini bisa menjadi sumber lapangan kerja baru serta menopang ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Berita Terkait:  Atlet Karate Zaskia Salurante Terima Bonus Prestasi dari Pemprov Gorontalo

Sementara itu, Direktur Pakan, Nur Saptahidayat, menyambut baik inisiatif tersebut dan mendukung daerah yang memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan sektor peternakan. (Rls)