Rabu, 19 Januari 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Kesaksian Pengelola Pulo Cinta, Pemanasan Global Itu Nyata

Oleh Admin Hargo , dalam Headline Ragam , pada Selasa, 14 Desember 2021 | 06:05 AM Tag: ,
  Sejumlah villa di Pulo Cinta masih berdiri kokoh, siap menyambut kedatangan para pelancong. (Foto : Istimewa/Koleksi IG Pulocinta)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemanasan global itu nyata, bukan hanya sekedar isu. Demikian menurut kesaksian pengelola objek wisata Pulo Cinta, Tony Nugroho, yang menceritakan tentang musibah yang menimpa Pulo Cinta, belum lama ini.

Sebelumnya, dikabarkan dua villa (penginapan) milik objek wisata yang berada di kawasan perairan laut Teluk Tomini, Kecamatan Botumoito, Boalemo, Gorontalo itu, rusak dihantam badai yang disertai ombak, seiring air laut pasang.

Kepada Hargo.co.id, Ahad, (12/12/2021), Tony Nugroho bercerita, sejak awal pihaknya membangun Pulo Cinta, padahal ketinggian air laut ketika dalam kondisi pasang tinggi, hanya berjarak sekitar 75 centimeter dari lantai villa.

“Tapi lantaran adanya Global Warming (Pemanasan Global), setiap tahun itu naik, 10-12 centimeter. Ya dalam waktu 5 tahun, pasang tertinggi itu sudah satu jengkal dari lantai villa. Jadi global warming itu nyata, bukan hanya isu-isu internasional, itu nyata. Kita yang di Pulo Cinta merasakan,” tuturnya, melalui sambungan telepon.

Tony Nugroho bertutur, peristiwa alam inilah yang kemudian menyebabkan, sehingga Pulo Cinta mengalami musibah. Saat kejadian tersebut katanya, posisi air laut sudah sangat dekat dengan lantai villa.

“Kalau dulu itu ketika datang badai, maupun pasang tertinggi itu, nggak sampai merusak. Karena air lewat kolong villa. Tapi karena ini air laut kemarin sudah sejengkal dengan villa, ditambah gelombang, badai, ya pasti merusak,” ujarnya.

Owner Pulo Cinta itu berharap, Pemerintah dapat memberikan atensi dan perhatian, atas musibah yang menimpa objek wisata terkenal hingga ke mancanegara tersebut. Baik itu Pemerintah Pusat, Provinsi, maupun Kabupaten. 

“Setiap tahun kena badai, kita perbaiki, keluar uang miliaran. Sekiranya ada perhatian dari Pemerintah. Kita berharap itu. Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pariwisata itu kan punya anggaran triliun rupiah,” harapnya.

Tak hanya itu, Tony Nugroho, juga berharap atensi dari Pemerintah Provinsi Gorontalo. Sebab menurutnya, kehadiran Pulo Cinta selama ini, sedikit banyak telah membuat nama Gorontalo, terkenal ke dunia pariwisata dan domestik.

“Kita juga kan sudah mengharumkan nama Gorontalo, hingga terkenal di mana-mana. Saya Tony Nugroho, berharap ada bantuan materi yang nyata dari pemerintah. Khususnya dari Kementerian Pariwisata,” imbuhnya.

Terakhir menurutnya, bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulo Cinta, tak perlu khawatir. Karena Pulo Cinta, selalu memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan para pengunjung yang bertandang.

“Kalau yang dua villa itu memang sudah dihantam badai sejak tahun lalu, kalau itu benar-benar hilang waktu kejadian kemarin. Tapi sekarang kita sudah memperkuat pondasi villa yang ada, agar ada badai sebesar apapun juga, ya nggak usah takut lah datang ke Pulo Cinta. Jangan berfikir ketika berada di Pulo Cinta, sementara istirahat, lalu disapu badai. Kami punya tim keselamatan, yang juga bisa mengantisipasi sebelum terjadi hal-hal yang tak diinginkan,” kuncinya. (***)

 

Penulis : Abdul Majid Rahman

(Visited 1.450 times, 1 visits today)

Komentar