Advertorial

Legalitas Rampung, Koperasi Plasma Kemitraan IGL dan BTL Siapkan Rencana Kegiatan Usaha

×

Legalitas Rampung, Koperasi Plasma Kemitraan IGL dan BTL Siapkan Rencana Kegiatan Usaha

Share this article
Legalitas Rampung, Koperasi Plasma Kemitraan IGL dan BTL Siapkan Rencana Kegiatan Usaha
Suasana pemilihan pengurus koperasi binaan PT. Inti Global Laksana dan PT. Banyan Tumbuh Lestari.

Hargo.co.id, GORONTALO – Realisasi program kemitraan plasma PT Inti Global Laksana (IGL) dan PT Banyan Tumbuh Lestari (BTL) terus bergerak maju.

Berita Terkait:  Enam Flora Ditemukan, Pertamina Patra Niaga dan Kebun Raya Pucak Perkuat Konservasi

Terbaru, Koperasi Inovasi Bersama (KIB), koperasi plasma kemitraan PT IGL dan PT BTL, telah menyelesaikan proses legalitas pendirian koperasi dan segera menyusun rencana kegiatan usaha.

Ketua Koperasi Inovasi Bersama Zainal Latief mengatakan, setelah pembentukan koperasi dan pemilihan pengurus koperasi pada Desember 2024 lalu, pengurus koperasi telah memproses legalitas pendirian koperasi. Hasilnya, pada 20 Mei 2025 lalu, akta pendirian koperasi telah terbit.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Selidiki Dugaan Penyimpangan Penyaluran BBM Subsidi di Sinjai

“Pengurus dengan difasilitasi oleh perusahaan telah menyelesaikan proses legalitas hingga terbitnya akta notaris sampai dengan SK Menteri Koperasi,” kata Zainal.

Menyusul rampungnya legalitas koperasi, Zainal mengatakan, pengurus koperasi akan mengadakan pertemuan dengan pihak perusahaan pada 21 Juni mendatang. Agendanya adalah membicarakan hal-hal strategis, khususnya tindak lanjut terkait plasma.

Berita Terkait:  BJA Group Jadi Kontributor Besar Daerah, Setor Ratusan Miliar dan Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Rapat ini akan dihadiri oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato.

“Kompensasi untuk petani plasma akan dibicarakan dengan pihak perusahaan dalam rapat tersebut. Yang pasti, semua akan sesuai dengan ketentuan yang ada,” tegas Zainal.

Berita Terkait:  Aston Gorontalo Rayakan HUT ke-5, Regional GM Archipelago: Jaga Kerja Sama yang Solid

Selain itu, agar koperasi bisa mandiri, akan dibicarakan juga terkait rencana kegiatan usaha produktif. Sejauh ini, ada beberapa usulan terkait usaha produktif yang akan dijalankan oleh koperasi.

Salah satunya, usaha dengan perusahaan sebagai pasar utamanya. Namun, keputusan mengenai rencana kegiatan tersebut akan bergantung pada hasil rapat.

Berita Terkait:  Pertamina di Paguyaman Pantai Mulai Beroprasi, Warga: Terimakasih Pak Helmi Rasid

Terkait tudingan terhadap perusahaan yang dinilai belum menjalankan kewajiban plasma, Zainal menyebut hal itu merupakan hak setiap orang untuk bersuara. Yang jelas, bagi masyarakat di 15 desa binaan, khususnya petani plasma yang menjadi anggota koperasi, PT IGL dan PT BTL telah memulai kewajibannya melalui pembentukan koperasi.

“Pembentukan koperasi ini menandakan bahwa perusahaan mau bekerja sama dan menjalankan kewajibannya terkait plasma. Pembentukan koperasi ini dilaksanakan oleh Panitia Penyelenggara Pembentukan Koperasi (P3K) yang terdiri dari unsur Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop), Dinas Pertanian, Kepala Desa di 15 desa binaan perusahaan, serta pimpinan perusahaan,” kata Zainal.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Perkuat Kebersamaan Lewat Safari Ramadan Bersama Direksi

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi Kabupaten Pohuwato Ibrahim Kiraman menambahkan, menyusul rampungnya legalitas pendirian koperasi, akan diadakan pertemuan antara pihak koperasi dengan perusahaan yang disaksikan oleh perwakilan pemerintah daerah.

Selain membicarakan kewajiban plasma, akan dibicarakan juga terkait permodalan koperasi.

Berita Terkait:  Pertamina Patra Niaga Blokir 4.767 QR Code BBM Subsidi yang Disalahgunakan

Yang jelas, Pemerintah Kabupaten Pohuwato mengapresiasi PT IGL dan PT BTL yang telah membentuk koperasi plasma kemitraan. Pembentukan koperasi ini merupakan niat baik perusahaan untuk melaksanakan kewajibannya terkait 20 persen plasma.

“Kalau sudah ada koperasi, tidak mungkin mereka tidak akan memberikan 20 persen plasma. Itu sudah pasti,” tegas Ibrahim.(*) 

Berita Terkait:  Insiden Adu Mulut antara Karyawan PGP dengan Penjaga Apotek Berakhir Damai