Marten Instruksikan OPD Tingkatkan Kinerja

×

Marten Instruksikan OPD Tingkatkan Kinerja

Share this article
Suasana sidang paripurna yang digelar DPRD Kota Gorontalo, Senin (17/4). (Foto: Istimewa)
Suasana sidang paripurna yang digelar DPRD Kota Gorontalo, Senin (17/4). (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Walikota Gorontalo, Marten Taha mengintruksikan kepada seluruh Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menindaklanjuti hal yang di sampaikan oleh DPRD kota Gorontalo pada Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian rekomendasi terhadap LKPJ kepala daerah tahun 2023, Senin (17/4).

“Ada beberapa hal yang direkomendasikan oleh DPRD dalam Paripurna tadi. Saya pikir itu bagus sekali dan wajib ditindaklanjuti. Mereka memberikan catatan penting kepada OPD untuk meningkatkan capaian kinerja. Artinya, yang masih dibawah standar itu perlu di optimalkan,” kata Marten Taha.

Dirinya menjelaskan, capaian kinerja ditentukan oleh jumlah anggaran yang dialokasikan pada suatu program. Dimana, jika serapan anggaran tidak maksimal maka hal tersebut akan menjadi penilaian pada setiap OPD.

“Untuk tahun-tahun yang akan datang tentunya capaian kinerja itu berdasarkan jumlah anggaran dan dialokasikan pada program kegiatan, sehingga jika anggaran belum maksimal di alokasikan pada kegiatan tersebut, maka sulit untuk kita bisa meningkatkan atau mencapai target kinerja seperti saya katakan tadi,” paparnya.

Beberapa hal yang disampaikan DPRD tersebut adalah kinerja di sektor pendidikan, Infrastruktur. Marten Taha mencontohkan, Disektor pendidikan untuk mencapai rasio Guru dan siswa itu harus mengkalkulasikan anggaran walaupun itu guru honorer tapi gajinya minimal gaji UNP.

“Walaupun rasionya dibawah tapi kinerjanya di tingkatkan artinya ada guru yang menjadi pengampuh berbagai mata pelajaran sehingga capaian mata pelajaran bisa tercapai,” terangnya.

Di bidang infrastruktur, Marten Taha meminta untuk mengoptimalkan kinerja. Dirinya juga meminta agar pengawasan terhadap pekerjaan infrastruktur lebih ditingkatkan lagi.

“Pengawas hari-hari yang harus berada dilapangan. Di kantor cukup 2 jam. Jadi selama 8 jam harus berada dilapangan untuk melakukan pemantauan terus menerus sebab pelaksanaan juga kalau kita jaga terus maka semakin lebih giat bekerja,” kata Marten Taha.

Marten Taha berharap hal ini menjadi perhatian setiap pimpinan OPD agar kinerja dibidang masing masing bisa lebih meningkat.

“Jadi jangan OPD bertindak seperti Walikota, hanya seminggu sekali baru datang ditempat kerja. Itu tugas walikota mendatangi setiap minggu atau dua minggu sekali. Tetapi OPD harus setiap hari dilokasi,” pungkasnya.(*)

Penulis: Sri Dewila Kasiradja/Mahasiswa Magang UNG