“Tak ada uang,†jawab Fauzy sambil berlalu. Tak jauh dari pangkalan, tepatnya di depan kantor Camat Marisa, sopir cadangan Agus Lasinta menyampaikan ke Fauzy ada penumpang yang turun. Fauzy lantas menghentikan bus tepat di depan kantor Camat Marisa (sekitar 15 meter dari pangkalan).
Ino lantas berjalan mendatangi bus dan berkata kepada Fauzy, “Kenapa, ngana marah kita ada pukul itu oto?â€. Melihat Ino tanpa mengenakan baju dan terselip pisau di pinggang kiri, Fauzy memilih menghindar. Fauzy lantas membantu menurunkan barang penumpang yang akan turun.
Emosi Ino makin meninggi. Ino yang berusaha menemui Fauzy berpapasan dengan Rahman. Keduanya lantas terlibat adu mulut. Tiba-tiba Ino mencabut pisau yang terselip di pinggangnya.
sampai akhirnyan terjadi perkara yang tak di inginkan, ironisnya sopir bus tersebut atau sering di sapa amang meninggal dunia , akibat kena sabetan ditelapak tangan dan siku.
