Jumat, 19 Agustus 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Nadhilah Dhina Shabrina Ingin Polopalo Mendunia

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo Headline , pada Sabtu, 25 Maret 2017 | 11:04 Tag: , , ,
  

Hargo.co.id – Sebanyak 38 finalis pemilihan putri Indonesia, dari 34 provinsi di Indonesia sedang mengikuti masa karantina yang berlangsung 21-31 Maret 2017 di Hotel Sultan, Jakarta. Mereka berkompetisi memperebutkan mahkota borobudur. Provinsi Gorontalo diwakili Nadhila Dhina Shabrina, gadis 24 tahun asal Tanggidaa, Kota Gorontalo ini, siap tampil terbaik untuk Provinsi Gorontalo.

Kepada Gorontalo via e-Mail, Dhina panggilan akrab Nadhilah Dhina Shabrina mengatakan, berbagai persiapan telah ia lakukan untuk membawa nama baik Gorontalo, termasuk untuk penampilan malam bakat 27 Maret 2017 nanti.

Pada malam bakat, Miss Scuba 2016 ini menyebut akan menampilkan Polopalo, alat musik khas Gorontalo. “Saya ingin menampilkan hal baru di ajang puteri Iindonesia persembahan dari Gorontalo, yaitu menyanyi sambil bermain alat musik tradisional (Polopalo,red),”ujarnya.

Ia memiliki alasan kuat memilih alat musik polopalo untuk ditampilkan pada malam bakat. Menurutnya, alat musik dari bambu ini baru saja ditetapkan sebagai alat musik nusantara dari Gorontalo pada akhir tahun 2015 lalu. “Saya ingin lebih memperkenalkan polopalo,”katanya.

Ia mengaku telah belajar banyak tentang Polopalo, termasuk bernanyi sambil memainkan Polopalo. Polopalo yang ia mainkan merupakan gabungan dari 11 polopalo, mirip kulintang. Melalui ajang pemilihan putri Indonesia, Dhina berjuang agar alat musik polopalo bisa mendunia, seperti prestasi angklung asal Jawa Barat. “Itu yang membuat saya semakin semangat,”katanya.

Dhina mengaku bersyukur bisa mewakili tanah leluhurnya pada ajang pemilihan putri Indonesia tahun 2017. Saat pendaftaran, ia mengikuti interview di Jakarta sebagai proses seleksi. “Untuk persiapan saya juga sempat berkunjung ke Gorontalo tinggal di rumah keluarga disana, silaturahmi memohon dukungan dari Dinas Pariwisata dan Gubernur,”katanya.

Termasuk bermohon dukungan dari para desainer lokal Gorontalo untuk baju-baju karawo yang akan ia gunakan. “Saya ingin sekali menampikan karawo hasil karya perancang lokal diajang ini,”terangnya. “Semoga saya mendapatkan hasil yang terbaik untuk Gorontalo tahun ini,”kata Dhina.

Dikutip dari situs puteri-indonesia.com, Dina merupakan gadis yang peduli lingkungan. Ia aktif tergabung dalam organisasi-organisasi yang peduli terhadap lingkungan, perempuan yang pernah melakukan program sosialisasi ke nelayan Kepulauan Anambas mengenai Kawasan Konservasi Perairan Nasional ini ingin menginspirasi setelah dirinya merasa terinspirasi.

Menjadi Puteri Indonesia adalah mimpinya sejak remaja, dan sebagai langkah awal meraih mimpi menjadi seorang menteri lingkungan hidup yang membawa nilai-nilai keberlanjutan. Merasa terinspirasi dengan Puteri Indonesia, Dhina mengatakan bahwa ajang Puteri Indonesia sebagai tempat perempuan-perempuan Indonesia yang bukan hanya menarik fisik namun memiliki tanggung jawab sosial, cerdas, berpendidikan, dan memperkenalkan kebudayaan negeri, serta kerja keras untuk mencapai mimpi.

Sarjana teknik lingkungan ini sedari kecil selalu menerapkan peraturan mengenai gaya hidup yang ramah lingkungan di rumahnya, seperti mematikan lampu jika tidak digunakan, matikan air saat menggosok gigi, dan peraturan tersebut ditempel di dinding. Merintis sebuah tim peduli lingkungan di sekolahnya, Dhina ingin mensosialisasikan arti pentingnya menjaga lingkungan.

Prinsip itulah yang ingin ia sampaikan juga kepada masyarakat melalui Puteri Indonesia. Salah satu persiapannya yang dilakukan perempuan yang menyukai Sagela (sambal ikan roa Gorontalo) ini adalah berkunjung ke daerahnya dan mendokumentasikan foto dan video sebagai usaha promosi pariwisata dan budaya Gorontalo. “Dila lipata duulua watiya,”kata Dhina dalam bahasa Gorontalo. (tro/hargo)

(Visited 16 times, 1 visits today)

Komentar