Metropolis

Satu Unit Excavator Kembali Disita Polisi dari Lokasi PETI Bulangita

×

Satu Unit Excavator Kembali Disita Polisi dari Lokasi PETI Bulangita

Share this article
Satu Unit Excavator Kembali Disita Polisi dari Lokasi PETI Bulangita
Satu unit alat berat jenis excavator kembali diamankan oleh personel Polres Pohuwato di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ada di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa.

Hargo.co.id, GORONTALO – Meski telah dilakukan penegakkan hukum terhadap Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI), akan tetapi masih ada saja yang tidak perduli dan terus melakukan pengerukan dengan menggunakan alat berat.

Berita Terkait:  Sidang Lanjutan Kerusuhan Pohuwato Ditunda, PN Gorontalo: Untuk Penyesuaian Agenda Persidangan

Sebagaimana hasil penindakan yang dilakukan oleh tim gabungan Polres Pohuwato, di mana satu excavator berhasil disita dari lokasi PETI yang ada di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa.

Data yang dirangkum pewarta pada Kamis (4/6/2026), awalnya personel Polres Pohuwato mendapatkan informasi dari masyarakat, terkait dengan adanya aktivitas PETI di lokasi Desa Bulangita.

Berita Terkait:  Pesta Miras di Kosan, Enam Muda-mudi Dibawah Umur Diamankan Polisi

Menindaklanjuti hal tersebut, sekitar pukul 05.00 Wita, personel Polres Pohuwato yang dipimpin oleh Kasat Intelkam, AKP Alfian Hilahapa,S.H., Kasat Reskrim, Iptu Renly H. Turangan,S.H., Kasat Samapta, Iptu Barthel Tamboto,S.H., dan sejumlah personel, langsung melakukan penyelidikan di lokasi.

Dalam operasi penertiban itu pula, turut dilibatkan sejumlah tokoh masyarakat, warga sekitar, hingga para jurnalis.

Berita Terkait:  Dugaan Intimidasi dan Kekerasan Oknum Anggota Polri, Jurnalis Pohuwato Minta Kapolsek Marisa Dicopot

Ketika personel mendekati lokasi sebagaimana informasi masyarakat, para pekerja termasuk operator alat berat, yang melihat kendatangan personel Polri, langsung melarikan diri dan meninggalkan barang-barang mereka.

Meski demikian, pihak Kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit alat berat jenis excavator merek Kobelco warna hijau tosca dengan nomor mesin : YN15437160, satu buah kunci alat berat excavator, empat buah mesin alkon penghisap air dengan merek Yusuka, satu buah mesin genset merek Yusuka, tiga buah karpet warna merah, dua buah selang warna biru, satu buah selang gabang warna merah, satu buah pipa bercabang, satu buah sensor pemotongan merek STIHL warna putih, satu buah alat dulang terbuat dari plastik dan satu kantong material tanah.

Berita Terkait:  Polres Pohuwato Tindak Dugaan PETI di Patilanggio, Excavator dan Lima Orang Diamankan

Kapolres Pohuwato, AKBP H. Busroni,S.I.K.,M.H. melalui Kasat Intelkam, AKP Alfian Hilahapa,S.H. menjelaskan, penertiban yang dilakukan oleh pihaknya kali ini, tidak lain sebagai tindaklanjut dari laporan masyarakat.

Di mana ada aktivitas alat berat di lokasi PETI Bulangita. Oleh karena itu, tim gabungan Polres Pohuwato langsung terjun ke lapangan dan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti.

Berita Terkait:  Lampu PJU di Eks Jalan Andalas Dikeluhkan, Warga: Rawan Kriminalitas

“Apa yang dilaporkan atau dikeluhkan oleh masyarakat ini, langsung kami tindaklanjuti. Hal ini dikarenakan, aktivitas PETI tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar. Akibat PETI, pemukiman masyarakat terkena banjir dan tergenang lumpur, dan hal ini pula berdampak terhadap kerusakan lingkungan,” jelasnya.

Lanjut kata AKP Alfian, dalam penertiban kali ini, pihaknya berhasil mengamankan sejumlah barang bukti,

Berita Terkait:  Ratusan Butir Obat Keras Tanpa Resep Dokter Diamankan Polresta Gorontalo Kota

termasuk satu unit alat berat jenis excavator. Sedangkan operator alat berat maupun pekerja lainnya, sudah melarikan diri saat petugas tiba di lokasi.

“Excavator kami evakuasi dengan menggunakan mobil tronton dan sekitar pukul 11.05 Wita,

Berita Terkait:  Diduga Serobot Tanah Milik Warga, BWS Sulawesi II bakal Dilaporkan ke Kementerian

excavator dan barang bukti lainnya, sudah berada di Polres Pohuwato,” terangnya.

Ditambahkan pula, saat ini pihak Kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan siapa pemilik alat berat, operator, hingga pemodal.

Berita Terkait:  Operasi Keselamatan Otanaha 2026, Target Sasaran Kendaraan Tak Sesuai Pabrikan

Tentunya, ketika sudah diketahui siapa saja yang terlibat, maka akan diproses sesuai dengan aturan atau hukum yang berlaku.

“Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat, agar tidak lagi melakukan aktivitas PETI,

Berita Terkait:  5 Mahasiswanya Divonis 3 Tahun Penjara, IAIN Gorontalo Bungkam

karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan dan juga masyarakat.

Kami pula turut berterima kasih kepada segenap masyarakat, yang sudah membantu tugas-tugas Kepolisian,

Berita Terkait:  Lagi, Pelayanan di SPBU Milik PT. Karya Jaya Mandiri Persada Dikeluhkan Supir

sehingga aktivitas PETI ini bisa ditindak dan diproses sebagaimana hukum yang berlaku,” tegasnya. (Kif)