Kamis, 21 Oktober 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pekerjaan Jalan Dikeluhkan, Ini Sikap Komisi lll DPRD Kabupaten Gorontalo

Oleh Admin Hargo , dalam Legislatif , pada Rabu, 22 September 2021 | 16:05 PM Tag: , ,
  Suasana rapat dengar pendapat Komisi lll dengan Dinas PU dan warga masyarakat Kelurahan Biyonga dan Polohungo di Ruang Komisi lll. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Komisi III DPRD Kabupaten Gorontalo menggelar rapat dengar pendapat (RDP) sebagai tindak lanjut aspirasi Persatuan Rakyat Biyonga-Polohungo. Pada aspirasi tersebut, warga mengadukan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Gorontalo tentang proyek pengaspalan ruas Jalan Hasan Dangkua, Kecamatan Limboto sepanjang 3.600 meter dengan biaya sebesar Rp 6 Miliar.

Rapat tersebut diikuti langsung perwakilan masyarakat menghadirkan pihak terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kabupaten Gorontalo. 

Alfian Biga, warga Kelurahan Bionga menyampaikan jalan disepanjang Kelurahan Bionga dan Kelurahan Polohungo sering menjadi keluhan warga setempat. Sehingga sudah seyogyanya sebagian pekerjaan Jalan Hasan Dangkua dialihkan ke tempat yang layak. 

“Keluhan masyarakat sering ditujukan ke saya, maka hari ini mereka saya ajak untuk mendengarkan langsung bagaimana solusi jalan rusak segera diperbaiki,” kata Alfian, Selasa (21/09/2021).  

Warga lain, Fajrin Bilontalo, meminta pemerintah mempertimbangkan apa yang menjadi harapan serta masukan masyarakat terkait pengaspalan jalan di Kelurahan Bionga dan Kelurahan Polohungo. 

“Kalau bisa disiasati cukup hanya jalan yang nampak rusak saja yang diperbaiki. Hal ini bisa untuk meminimalisir anggaran. Kami sangat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan masukan masyarakat,” harap Fajrin.

Meski berbeda pendapat, Kabid Bina Marga Dinas PUPR, Ansor Napu menyambut baik aspirasi masyarakat. 

“Aspirasi masyarakat sangat baik. Hanya jenis penanganan pekerjaan jalan akan berbeda. Sementara mayoritas pekerjaan (termasuk proyek Jalan Hasan Dangkua) menggunakan metode Asphalt Concrete Binder Course,” ujar Ansor. 

Ia juga menyebut, jika Jalan Hasan Dangkua pernah dikerjakan lalu diputus kontrak. 

“Mohon maaf, saya buka saja. Pak Alfian yang mengerjakan lalu proyek (Jalan Hasan Dangkua) itu dengan Om Deka pada 2013, lalu putus kontrak. Pak Alfian tahu itu,” beber  Ansor. 

Meski demikian, dalam forum rapat dengar pendapat disepakati 1.000 meter pekerjaan pengaspalan jalan Hasan Dangkua dialihkan ke pekerjaan jalan di Kelurahan Bionga dan Kelurahan Polohungo. 

“Kesimpulannya dari total pekerjaan 3.600 meter untuk Jalan Hasan Dangkua, 1.000 meter dipindahkan ke Kelurahan Bionga-Polohungo, cukup ya,” tutup Ketua Komisi III, Sladauri DJ. Kinga.  (***)

 

Penulis: Deice Pomalingo

(Visited 26 times, 1 visits today)

Komentar