Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Boalemo mulai mengunci arah pembangunan daerah dengan memperkuat fondasi di sektor tata ruang.
Langkah ini ditandai dengan disetujuinya enam titik Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Kepastian tersebut diperoleh langsung saat Bupati Boalemo, Rum Pagau, bersama Wakil Bupati Lahmudin Hambali melakukan kunjungan kerja ke Jakarta, Senin (6/4/2026).
Kunjungan itu tidak sekadar formalitas. Pemkab Boalemo secara aktif mengawal proses percepatan pelepasan Sertifikat Hak Guna Usaha (HGU), yang selama ini menjadi salah satu kendala dalam pengembangan wilayah.
Dalam pertemuan yang berlangsung intens, jajaran pemerintah daerah berdiskusi langsung dengan pejabat teknis ATR/BPN,
mulai dari tingkat direktur jenderal hingga subdirektorat perencanaan.
Fokus utama pembahasan adalah memastikan proses legalitas lahan berjalan cepat, tepat, dan sesuai ketentuan.
Hasilnya, enam RDTR resmi memperoleh persetujuan. Capaian ini menjadi sinyal kuat terbukanya peluang investasi baru di Boalemo.
RDTR sendiri berperan penting sebagai acuan dalam pembangunan wilayah. Dokumen ini tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi investor, tetapi juga memastikan pemanfaatan ruang tetap terarah dan terukur.
Bupati Rum Pagau menyebut persetujuan tersebut sebagai langkah awal yang strategis bagi percepatan pembangunan daerah.
“Ini progres yang sangat positif. Dengan adanya RDTR, kita bisa mempercepat pembangunan sekaligus memberikan kepastian bagi investasi,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan tata ruang menjadi kunci agar pembangunan tidak berjalan sporadis, melainkan terencana dan berkelanjutan.
Pemkab Boalemo pun terus mempererat koordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan semakin jelasnya arah tata ruang, Boalemo kini tidak hanya menata wilayahnya,
tetapi juga menyiapkan fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.(Rls)












