Rabu, 6 Juli 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Pengembang : MBR Tetap Bakal Sulit Dapat Rumah

Oleh Berita Hargo , dalam Gorontalo , pada Selasa, 30 Agustus 2016 | 13:09 Tag: ,
  

Hargo.co.id GORONTALO – Meski sudah dikeluarkan paket kebijakan ekonomi XIII terkait penyederhanaan perizinan dan waktu pengurusan untuk membangun rumah murah,

tetap saja tidak akan mengurangi jalan terjal bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk mendapatkan rumah, khususnya MBR yang ada di provinsi Gorontalo.

“Dari pengalaman saya, misalnya dari 10 berkas MBR yang kita ajukan ke bank, hanya 3 saja yang diterima,” ungkap Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan Indonesia (Aperindo) Pohuwato, M Mustafa kepada awak koran ini, kemarin, Senin (29/8).

Umumnya ada dua hal yang terjadi. Pertama, MBR biasanya harus membayar uang muka 20 sampai 30 persen karena penurunan plafon yang diakibatkan kurangnya pendapatan atau penghasilan.

“Contohnya, MBR memiliki sisa gaji Rp 2,5 Juta, memiliki 2 anak dan istrinya yang hanya IRT (ibu rumah tangga). Maka, pasti akan diturunkan plafon KPR-nya dan terpaksa harus membayar uang muka sekitar Rp 25 Juta sampai Rp 37 Juta,” terang Mustafa yang mengaku sudah 40 tahun berprofesi sebagai pengembang perumahan ini.

Yang kedua adalah masalah BI Cheking atau daftar hitam. Mustafa mengatakan, banyak MBR yang sebelumnya memiliki riwayat kredit macet sudah melunasinya namun masih berada dalam daftar BI Cheking,

“Walau sudah dilunasi, tapi kalau belum 2 tahun, itu tetap masuk (BI Cheking,red),” sambung dia.

(Visited 6 times, 1 visits today)

Laman: 1 2


Komentar