Selasa, 30 November 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Penuh Luka, Stres, Buaya 3,4 Meter Tak Mau Makan

Oleh Berita Hargo , dalam Headline Metropolis , pada Selasa, 20 Februari 2018 | 11:24 AM Tag: ,
  

GORONTALO, Hargo.co.id – Buaya yang diamankan dari tangan masyarakat di wilayah Kwandang, Gorontalo Utara, saat ini tak lagi mau makan meski sudah diberikan makan setiap hari oleh pihak BKSDA Gorontalo bersama Gorontalo Peduli Satwa (GPS).

Dari informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, sejak Jumat (2/2) lalu, ketika masyarakat menangkap buaya tersebut hingga kini buaya itu tak lagi mau makan. Hal ini diduga karena buaya mengalami stres.

Penasehat GPS, Romy Pakaya ketika diwawancarai menjelaskan, reptil jantan ini memiliki panjang 3,4 meter, lebar perut 45 cm dalam keadaan lapar, panjang kepala 60 centi meter, lebar kepala 25 cm dan berat 180 kilogram ini, sudah dalam kondisi luka-luka pada bagian tubuh.

Diduga, ketika ditangkap oleh masyarakat, buaya diperlakukan tidak baik sehingga mengakibatkan luka. “Buaya ini kami perkirakan berusia di atas 15 tahun. Jenis buaya ini merupakan buaya muara atau crocodylus porosus dan sejak kami merawatnya, buaya ini tak mau makan meski kami beri makan ayam hidup atau ayam mati,” ungkapnya.

Dikatakan Romy Pakaya, pihaknya saat ini sudah menyerahkan kembali buaya tersebut kepada BKSDA Gorontalo, karena tempat yang disediakan olehnya masih begitu kecil sehingga hal ini bisa berpengaruh pula pada tingkat stress buaya ini.

“Oleh karena itu, buaya kami pindahkan ke BKSDA, karena di BKSDA sudah menyediakan tempat untuk buaya ini agar bisa hidup dengan baik dan tidak stres lagi sebelum dilepaskan ke alam liar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BKSDA Gorontalo, Sjamsudin Hadju, mengatakan, awalnya BKSDA menitipkan buaya ini kepada pihak GPS karena BKSDA belum memiliki tempat yang representatif.

Namun saat ini, sudah ada lokasi yang dibangun untuk buaya tersebut yakni berupa kandang atau bak dengan ukuran 3 meter kaki 4,2 meter. “Kami mendapatkan informasi sejak di tangkap oleh masyarakat maupun sejak di lokasi penitipan, buaya ini tidak mau makan. Oleh karena itu, kami sesegera mungkin membangunkan kandangnya.

Semoga dengan adanya kandang dengan ukuran besar tersebut, maka buaya bisa leluasa untuk bergerak dan tidak stress lagi serta buaya ini mau makan demi kelangsungan dari kehidupannya. Kami pula bersama dengan GPS, akan merawat dengan intensif buaya ini. Apalagi kondisi buaya tersebut banyak mengalami luka,” pungkasnya.(kif/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar