Perjalanan Si Ratu Gadai Mobil Rental: Pengakuan Para Korban, Pelaku Gunakan Modus Sebagai Usaha, Jaminannya ‘Saya ASN’ (2)

×

Perjalanan Si Ratu Gadai Mobil Rental: Pengakuan Para Korban, Pelaku Gunakan Modus Sebagai Usaha, Jaminannya ‘Saya ASN’ (2)

Share this article
Para korban penggelapan mobil saat berada di Polsek Kota Tengah belum lama ini. (Foto: Jalal/Gorontalo Post)

GORONTALO, hargo.co.id  – Perjalanan panjang  oknum aparatur sipil negara (ASN) yang tercatat di pemerintahan Kota Gorontalo yang diketahui berinisial WM dengan cara menggadaikan mobil rental kepada orang lain, terbongkar!

WM kini menjalani hari-harinya di sel Mapolsek Kota Tengah, Kota Gorontalo. Ia diduga telah melakukan penggelapan mobil. 19 unit mobil rental sudah digelapkan demi mendapatkan untung.

Mohamad Viatur Sitepu, salah satu korban dugaan penggelapan mobil mengatakan, mobil Xenia warna abu-abu miliknya DM 1478 AF yang dititipkan di rental yang ada di Jalan John Aryo Katili eks Andalas, Kota Gorontalo, diduga digaikan WM ke pihak lain setelah dipinjam dari rental.

Menurutnya, Senin (10/4) lalu, WM datang bersama rekannya untuk meminjam mobil dengan alasan akan digunakan sebagai kendaraan operasional kantor, tempatnya bekerja yakni di Dinas Dukcapil Kota Gorontalo.

Dua hari kemudian saat dihubungi WM sudah tidak merespon lagi, bahkan janjinya untuk membayar uang jasa pinjaman mobil rental tersebut tidak ditepati. Yang membuat Mohamad Viatur naik pitam adalah, jika ia mendapat informasi bahwa mobil miliknya tersebut sudah digadaikan kepada salah seorang anggota Polisi yang ada di Polres Bone Bolango.

Ironinya, menurut Mohammad Viatur, WM menggadaikan mobil itu hanya bermodalkan surat leasing salah satu finance. Sementara persyaratan leasing menerima gadai mobil harus menjaminkan BPKB.

“Bagaimana bisa mobil itu di leasing sedangkan BPKB ada sama saya,”katanya.

Tak terima hal itu ia lantas mempolisikan WM. Tak jauh beda, Ariyanto, salah seorang warga Kota Gorontalo, kemarin, nampak mondar-mandir di kompleks Mapolsek Kota Tengah, Kota Gorontalo. Matanya terus menatap belasan mobil yang dipasangi garis polisi di halaman Mapolsek.

Rupanya, pria yang mengenakan kaos belang-belang ini, memiliki enam unit mobil diantara 15 unit mobil yang terparkir di halaman Mapolsek itu. Arianto merupakan salah penyedia jasa sewa mobil dan penyadia taksi bandara di Gorontalo. Mobil-mobil itu disita polisi karena menjadi barang bukti kasus dugaan penipuan, yang pelakunya adalah salah seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemda Kota Gorontalo.

Ariyanto masih belum percaya, bila ia ternyata menjadi korban penipuan oknum PNS yang diketahui bernisial WM. Enam mobilnya terdiri dari lima unit avanza dan satu unit Toyota Agya kini terparkir di kantor polisi. Padahal mobil-mobil itu digunakan untuk usaha.

“Saya tidak curiga padanya, karena waktu pertama pertemu dia menggunakan seragam PNS, penampilanya meyakinkan,”kata Ariyanto saat berbicang dengan Gorontalo Post (grup hargo.co.id).

Ia lantas menceritakan awal mula pertemuanya dengan WM. Ketika itu pada bulan desember 2016, seorang rekanya memperkenalkan WM yang sedang mencari mobil rental. Harga sewanya lumayan, yakni Rp 5 juta – Rp 6 juta per unit dengan jangka waktu berbulan-bulan. Setelah bertemu, Apriyanto begitu yakin, sebab alasan WM menyewa mobil digunakan untuk kendaraan dinas operasional (KDO) pada instansi tempatnya bekerja.

Pengalaman-pengalaman yang ada, mobil yang digunakan sebagai KDO instansi pemerintah perawatanya sangat bagus, apalagi hanya digunakan di dalam kota dan pembayaranya lancar.