Rabu, 1 Desember 2021
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Persoallan Salam Tempel, Banser NU Geruduk PDIP Banyumas

Oleh Berita Hargo , dalam Kabar Nusantara , pada Rabu, 27 Juni 2018 | 16:00 PM Tag: , ,
  

Hargo.co.id – Sehari menjelang pemilihankepala daerah (Pilkada). Tensi politik di Kabupaten Banyumas mendadak meningkat. Massa Bantuan Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama bersama Front Pembela Islam dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda (KOKAM) Muhammadiyah mendatangi kantor DPC PDIP Banyumas, Selasa (26/6).

Aksi itu merupakan bentuk protes atas sikap DPC PDIP yang dinilai menyinggung tradisi pengajian warga NU. Hal itu bermula adanya pengajian di rumah warga Susukan, Sumbang, Banyumas, Senin (25/6) malam. Pada pengajian tersebut, pemilik rumah memberikan uang Rp 20 ribu (salam tempel) kepada 9 peserta pengajian. Namun, pemberian itu dipersoalkan Satgas Anti Money Politic bentukan PDIP. Pemberian tersebut dianggap politik uang dan kemudian dilaporkan ke Panwaslu.

Langkah Satgas Anti Money Politik PDIP itu membuat massa NU tersinggung. Sebab, pemberian berkat (bisyaroh) kepada peserta pengajian merupakan hal biasa dalam tradisi NU.
“Bertindak sendiri di rumah orang, ada sesuatu yang kurang pas. Teman-teman langsung apel Banser, kalau saya tidak tahan akan lebih banyak (yang datang). Ini bukan bela membela tapi ini tradisi kita,” kata Komandan Banser Banyumas Andre Widiyanto dilansir laman detik.

Sementara itu Ketua Bidang Hukum dan Keamanan DPC PDIP Banyumas Agus Priambodo di hadapan massa mengatakan, pihaknya hanya ingin membantu agar hari tenang Pilkada tetap berjalan dengan baik. Selain itu temuan tersebut sudah diserahkan ke Panwas.

Penjelasan Agus tersebut memicu reaksi massa. Situasi pun makin panas. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun berupaya memediasi kedua kubu untuk mencari titik temu. Dari dialog akhirnya disepakati PDIP akan mencabut laporan dugaan money politik tersebut. Selain itu juga meminta maaf melalui media resmi atas viralnya video di media sosial.

Demikian pula Banser NU menyatakan sepakat mencabut laporannya atas tindakan Satgas Money Politic PDIP yang disebut melakukan persekusi. “Saya hadir di sini tidak ada dipihak manapun, saya hadir mewakili negara dalam hal pengamanan,” ujar Kapolres Banyumas.(detik/san/hg)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Komentar