Hargo.co.id, SULSEL – Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Enrekang tetap aman dan terjaga.
Kepastian ini disampaikan menyusul antrean kendaraan yang mengular hingga sekitar satu kilometer di SPBU Massemba, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Leoran.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menjelaskan bahwa antrean panjang tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan BBM selama periode arus balik Lebaran.
Lonjakan kendaraan, khususnya dari wilayah Toraja yang melintasi jalur Enrekang menuju Makassar, menjadi faktor utama.
“Peningkatan volume kendaraan dari arus balik berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan BBM di SPBU. Kondisi ini memicu antrean lebih panjang dari biasanya, terutama di titik dengan trafik tinggi,” ujar Lilik.
Ia menegaskan, distribusi energi tetap berjalan normal dengan pengawasan intensif serta koordinasi lintas sektor untuk menjaga kelancaran pelayanan.
“Pertamina bersama pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan pengelola SPBU terus memperkuat pengaturan di lapangan, termasuk penempatan marshall untuk membantu mengatur antrean agar tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas,” tambahnya.
Sementara itu, Sales Branch Manager Sulsel II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, memastikan
stok BBM di wilayah Enrekang dalam kondisi mencukupi dan terus disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Penyaluran BBM berjalan normal. Antrean yang terjadi lebih disebabkan peningkatan permintaan selama arus balik. Kami juga telah mengoptimalkan suplai dan mempercepat distribusi ke SPBU guna mengantisipasi lonjakan di lapangan,” jelas Ridho.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Pola konsumsi yang bijak dinilai penting untuk menjaga distribusi tetap merata dan menghindari kepadatan di SPBU.
Masyarakat juga diingatkan agar melakukan pengisian BBM di lembaga penyalur resmi demi mendapatkan produk berkualitas dengan harga sesuai ketentuan. Jika menemukan kendala layanan atau indikasi pelanggaran, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan, memastikan distribusi berjalan optimal, serta mengambil langkah cepat di lapangan guna menjaga akses energi bagi masyarakat tetap lancar dan terkendali.(Rls)












