Kab. Bone Bolango

Pustakawan Minim, Penggerak Literasi Bone Bolango Desak Aksi Nyata

×

Pustakawan Minim, Penggerak Literasi Bone Bolango Desak Aksi Nyata

Share this article
Pustakawan Minim, Penggerak Literasi Bone Bolango Desak Aksi Nyata
Apris Nawu saat menyampaikan gagasannya pada kegiatan lokakarya literasi digital, Rabu (26/06/2025). (Foto: Saraswati Usman/Mahasiswi magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jumlah pustakawan yang minim menjadi tantangan serius bagi kemajuan literasi di Kabupaten Bone Bolango. Masalah ini kembali mengemuka dalam kegiatan Lokakarya Literasi Digital yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango, Rabu (25/6/2025), di Bandayo Bupati Bone Bolango.

Berita Terkait:  Merlan Ajak Warga Tingkatkan Keimanan di Tahun 2024

Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, hingga pegiat literasi dari berbagai latar belakang.

Apris Nawu, salah satu pegiat literasi, dalam sesi diskusi menyoroti rendahnya jumlah pustakawan di daerah tersebut.

Berita Terkait:  Ucapan Syukur Warga saat Presiden Kunjungi Bendungan Bulango Ulu: Kampung Mati Seketika jadi Ramai

Bahkan, ungkap Apris, banyak yang tidak sesuai dengan kriteria pustakawan justru “dipaksa” menjadi pustakawan.

“Ini menjadi sorotan penting bahwa perlu adanya seseorang yang memang ahli di bidang itu,” ujarnya.

Berita Terkait:  Merlan: Panitia PHBI Harus Diaktifkan Lagi

Apris juga menyampaikan keresahannya terhadap praktik literasi yang selama ini cenderung bersifat seremonial. Ia berharap pengembangan literasi bisa terus berlanjut dan tidak hanya berhenti pada kegiatan formal seperti lokakarya.

“Kadang setelah acara selesai, tidak ada lagi tindak lanjut. Literasi bukan sekadar ikut kegiatan, tapi harus berproses terus-menerus. Saya berharap ada komitmen lintas sektor agar gerakan literasi ini berkelanjutan,” tambahnya.

Berita Terkait:  Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, Jadi Indikator Kinerja Camat dan Kades di Bone Bolango

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antar wilayah agar informasi tentang program literasi dan perpustakaan bisa menjangkau semua pihak, termasuk dari kabupaten/kota lain.

“Kita perlu menyadari bahwa literasi bukan hanya soal baca tulis. Ada literasi digital, finansial, dan budaya yang semua itu butuh pemahaman dan aksi nyata,” katanya.

Berita Terkait:  Tangani Kenaikan Harga Beras, Pemkab Bone Bolango Masifkan Pasar Murah

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Bone Bolango, Samsia Melu yang hadir pada kegiatan itu, tak membantah kekurangan jumlah pustakawan tersebut.

“Terkait pustakawan, memang sudah sangat kurang. Di kami saja, perpustakaan daerah baru memiliki satu pustakawan. Sehingga, kami sudah koordinasi dengan pihak Perpusnas dan bagian kepegawaian untuk permintaan pustakawan, tetapi belum ada sampai sekarang,” ujarnya.

Berita Terkait:  Prioritaskan BPNT dan PKH untuk Kebutuhan Rumah Tangga

“Karena memang studi pustakawan di Gorontalo belum ada, ini juga menjadi salah satu tantangan kami,” tambahnya.

Namun, belakangan ia merasa senang atas adanya informasi dari Universitas Bina Mandiri yang telah membuka program studi S1 Perpustakaan.

Berita Terkait:  Tahun Baru Islam, Merlan: Momen Perkuat Hubungan dengan Allah

“Ini adalah kabar baik. Sebab, di dinas kami, belum ada pustakawan murni dari jurusan itu. Rata-rata hanya lulusan dari berbagai bidang ilmu,” jelasnya.

Samsia menjelaskan bahwa kekurangan pustakawan menjadi hambatan dalam pengelolaan perpustakaan yang ideal.

Berita Terkait:  Datangi BWS Sulawesi II, Merlan Usul Perbaikan Infrastruktur Rusak Akibat Bencana

“Kalau jurusan pustakawan sudah tersedia di Gorontalo, kami harap akan semakin banyak tenaga ahli yang siap terjun. Ini penting karena dari situ akan mendorong peningkatan minat baca dan kualitas pelayanan di perpustakaan,” lanjutnya.

Ia menegaskan, pihaknya terus berupaya meminta tambahan pustakawan ke instansi terkait meskipun prosesnya tidak mudah.

Berita Terkait:  Mobil Dinas BPBD Tercebur ke Danau Perintis

“Kami berharap secepatnya jumlah pustakawan bisa bertambah agar perpustakaan di Bone Bolango bisa dikelola lebih profesional dan berdampak besar terhadap peningkatan budaya baca masyarakat,” katanya.(Mg-12)