Hargo.co.id, GORONTALO – Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Gorontalo mengadakan audiensi bersama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Rumah Jabatan, setelah sebelumnya melaksanakan rapat koordinasi tingkat kabupaten/kota.
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua PWRI Gorontalo, Abdullah Paneo, yang memaparkan perkembangan organisasi serta rencana program kerja tahun 2026.
Paneo menjelaskan bahwa PWRI Gorontalo telah berjalan sejak provinsi ini terbentuk.
“PWRI ini sudah ada sejak 2001, bersamaan dengan lahirnya Provinsi Gorontalo,” ujarnya dalam audiensi tersebut.
Ia menambahkan bahwa jumlah anggota kini mencapai sekitar 15 ribu pensiunan, dengan kepengurusan kabupaten/kota yang sudah lengkap, sementara kepengurusan tingkat kecamatan baru mencapai sekitar 40 persen.
Terkait konsolidasi internal, Paneo menyampaikan bahwa masih ada tiga daerah yang belum menggelar musyawarah cabang.
“Bone Bolango, Gorontalo Utara, dan Kota Gorontalo belum melaksanakan pemilihan pengurus baru,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, ia memaparkan sejumlah rencana untuk tahun 2026.
“Kami menyiapkan perlindungan bagi pengurus dan membuka penjajakan kerja sama dengan Bank SulutGo untuk pendataan KTA Nasional,” kata Paneo. Ia juga menegaskan bahwa PWRI terus melengkapi struktur organisasi hingga ke seluruh kecamatan.
Paneo turut menyampaikan berbagai kegiatan yang selama ini berjalan, seperti pertemuan rutin, kegiatan Amalia Ramadhan hingga studi tiru yang baru saja dilaksanakan.
“Tahun ini kami melakukan studi tiru ke Sulawesi Selatan, semua dibiayai secara swadaya oleh para anggota,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan harapan agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan ruang sekretariat untuk aktivitas PWRI.
“Para pensiunan itu senangnya kumpul. Tempat berkumpul itu penting karena bisa membuat mereka lebih tenang,” tuturnya.
Pertemuan ditutup dengan foto bersama pengurus dan penasihat PWRI yang hadir.(Alw)












