Untuk itu awal Februari mendatang pihaknya lanjut Asrin, akan melakukan vaksin rabies terhadap anjing yang ada di Gorut.
“Dari ketersediaan vaksin dapat mencover sekitar 3000an ekor anjing” terangnya.
Anjing penyebar rabies tersebut kata Asrin merupakan anjing yang tidak ada pemiliknya dan ini merupakan salah satu kendala yang ditemui selain petugas menangkap sendiri anjing warga karena pemiliknya acu tak acu.
“Jika terdapat kasus gigitan, sebaiknya anjing jangan dulu dimusnakan, harus dipantau untuk memastikan apakah benar positif rabies atau tidak” ujarnya.
Sementara itu Kabid P2PL Dinas Kesehatan Gorut Irfan Abdul menegaskan bahwa pihaknya melalui Puskesmas Tolinggula telah melakukan tindakan dengan memberikan vaksi kepada mereka yang digigit. Diakui memang saat ini vaksin rabies tengah kosong.
“Karena umur vaksin tersebut pendek dan akan kadaluarsa sehingga kami kembalikan dan hingga kini masih menunggu gantinya dan juga stok dari Kementrian Kesehatan yang diperkirakan pekan depan,” ungkap Irfan.
