Kamis, 29 September 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



Rawan Konflik Lalu Lintas, Proyek Plat Duiker di Jalan Sultan Botutihe Dikeluhkan Warga

Oleh Admin Hargo , dalam Kota Gorontalo , pada Jumat, 23 September 2022 | 16:05 Tag: , , ,
  Situasi arus lalu lintas saat melintasi plat duiker yang belum rampung. (Foto: Zulkifli Polimengo/HARGO)

Hargo.co.id, GORONTALO – Belum rampungnya pengerjaan plat duiker yang membentang di ruas jalan Sultan Botutihe, Kelurahan Padebuolo, Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, dikeluhkan warga karena berpotensi memicu kecelakaan hingga konflik antara pengguna jalan.

Pasalnya proyek tersebut baru separuh plat duiker saja yang dikerjakan dan separuhnya lagi menjadi akses lalu lalang kenderaan, sehingga hal tersebut sering memicu kepadatan kenderaan atau kemacetan disekitar lokasi.

Dari pantauan Wartawan Hargo.co.id pada Jumat (23/09/2022), kepadatan terjadi karena pengguna jalan dari arus yang berbeda harus bergantian untuk melintasi separuh jalan tersebut. Belum lagi ditambah keberadaan plat duiker yang tepat berada di simpang tiga jalan menuju Poltekes Gorontalo.

Salah satu pengguna jalan, Aril Karni, mengaku sudah beberapa kali nyaris terjatuh dari sepwda motor karena bersenggolan dengan pengendara lainnya yang memaksa melintas.

“Kan saling tunggu giliran, pas sudah giliran kami yang ke arah kota, masih ada juga dari lawan arah yang memaksa, sampai-sampai saling senggol. Saya sudah berapa kali hampir kecelakaan disini,” tutur Aril Karni.

Hal senada juga diungkapkan pengguna jalan lainnya, Normas Adam, yang mengaku pernah sampai hampir baku pukul dengan pengguna jalan lainnya karena kenderaan mereka bersenggolan akibat keduanya memaksa melintas dalam waktu bersamaan. Separuh jalan yang sempit dilokasi tersebut menurutnya jadi pemicu konflik antar pengguna jalan.

“Kemarin saya di sini hampir berkelahi. Saya kan sudah melintas dari arah kota ke suwawa, yang dari arah sebaliknya memaksa sehingga stir kami bersenggolan. Saya jatuh dan spontan langsung ingin menghajar orang itu, tapi langsung direlai pengendara lainnya,” ungkap Normas Adam.

Melalui berita ini warga masyarakat khususnya pengguna jalan menitipkan pesan kepada pihak pemerintah agar dapat menginstruksikan kepada pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan pekerjaan plat duiker tersebut, mengingat jika berangsur lama, maka hal itu dapat mengancam faktor keamanan dan keselamatan pengguna jalan.(***)

Penulis: Zulkifli Polimengo

(Visited 80 times, 1 visits today)

Komentar