Secara pribadi, saya bukan tipe yang suka mengandalkan hasil riset. Padahal saya lulusan jurusan Marketing yang waktu kuliah banyak melakukan riset dan studi buyer behavior!
Lagipula, produk-produk pengubah dunia tidak diciptakan lewat riset. Kalau dunia dibentuk murni lewat riset, maka Steve Jobs tidak akan menciptakan Apple.
Yang terpenting kita tahu kita mau apa. Bukan kita mau apa berdasarkan riset. Dan level atas marketing itu kan menjual/membuat sesuatu yang orang belum tentu tahu kalau mereka membutuhkannya?
Sekali lagi, kalau hanya mengikuti riset, maka dulu kami tidak akan pernah menciptakan liga basket pelajar terbesar bernama DBL.
***
Perencanaan untuk Zetizen pun dibuat terbatas. Tim anak muda di DetEksi, saya, beberapa eks kru DetEksi yang kini di managemen Jawa Pos, serta beberapa orang lain.
Selama berbulan-bulan, kami melakukan beberapa meeting. Kalau mentok, meeting dihentikan, kembali lagi minggu depan atau dua minggu kemudian ketika otak sudah berhasil di-reset.
