Sadar Kapan Harus Berubah (2-Habis)

×

Sadar Kapan Harus Berubah (2-Habis)

Sebarkan artikel ini
AZRUL ANANDA

Lalu, ketika ide kompleks dibuat, maka perlu beberapa kali pertemuan lagi untuk membuatnya lebih simple. Lalu lebih simple lagi. Lalu lebih simple lagi. Lalu makin simple lagi.
Voila! Jadilah Zetizen, yang pada awalnya diberi kode nama “Project Z”.

Pada intinya, Zetizen mencoba menjawab beberapa pertanyaan krusial. Salah satunya: Bagaimana membuat anak muda tetap membaca news.

Bukan membaca koran.

Tapi membaca news.

Menurut saya, ada banyak persepsi kurang pas tentang anak muda, koran, dan news. Bahkan orang yang dianggap paling pintar pun belum tentu bisa memahaminya.

Ada –banyak– yang bilang anak muda tidak lagi baca koran, beralih ke digital. Nah, orang yang bicara seperti ini mungkin cara berpikirnya kurang sophisticated.

Menurut saya (kami), yang paling tepat adalah “Anak muda tidak lagi membaca atau mengikuti news”. Mereka ke online tidak membaca news, dan mereka nonton TV tidak menonton news.

Sebenarnya ini mirip dengan akhir 1990-an lalu, ketika ide menciptakan halaman koran pertama muncul. Waktu itu belum banyak online, tapi koran-koran dan TV asyik sendiri dengan berita-berita politik yang memuakkan anak muda.

Sekarang mungkin tidak sememuakkan dulu, tapi tetap tidak mengasyikkan untuk anak muda.