“Keberadaan danau Limboto semakin hari semakin terancam, karena pendangkalan dan penyempitan luas. Inilah yang menjadi salah satu penyebab danau Limboto dikategorikan dalam 15 danau kritis di Indonesia,” paparnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi ancaman bagi keberlangsungan ekosistem dan penghidupan masyarakat yang ada disekitarnya.
BIOTA, lanjut Rosyid Azhar, telah melakukan pendataan ratusan jenis burung di danau Limboto.
“Ada yang bermigrasi dan ada yang menetap ini bisa jadi jualan bagi warga setempat yang bisa ditawarkan ke wisatawan asing. Belum lagi potensi lain seperti nilai historis danau dan kearifan lokal,” ungkap Rosyid Azhar.
Sementara itu, Ketua divisi konservasi sumber daya alam dan lingkungan Mapala Benua, Munawir Rizaldi mengatakan, kondisi danau tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
“Diskusi ini mendorong adanya kepedulian dari berbagai pihak dalam melestarikan danau Limboto. Apalagi persoalan ini sudah lama terjadi,” kata Munawir Rizaldi.












