Edukasi

Sendratasik UNG Pererat Silaturahmi Lewat Tausiyah dan Buka Puasa Bersama

×

Sendratasik UNG Pererat Silaturahmi Lewat Tausiyah dan Buka Puasa Bersama

Share this article
Sendratasik UNG Pererat Silaturahmi Lewat Tausiyah dan Buka Puasa Bersama
Suasana tausiyah yang di gelar Jurusan Pendidikan Sendratastik UNG, Senin (2/3/2026). (Foto: Ummul/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, GORONTALO – Suasana religius dan penuh kebersamaan terasa di panggung terbuka Kampus I saat Jurusan Pendidikan Sendratasik, Fakultas Sastra dan Budaya (FSB) Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar tausiyah dan buka puasa bersama, Senin (2/3/2026).

Berita Terkait:  Tunaikan Pengabdian Masyarakat di Pohe, Prodi D4 Arsitektur Bangunan Gedung UNG Gelar Berbagai Kegiatan

Kegiatan tersebut diikuti dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi di bulan suci Ramadan.

Dengan dekorasi sederhana bernuansa merah dan hitam, rangkaian acara berlangsung khidmat.

Berita Terkait:  Prof Sukirman: Penanganan Sampah di Kota Gorontalo Berprogres Positif

Momentum ini dimanfaatkan tidak hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai ruang refleksi spiritual bagi seluruh civitas akademika.

Mewakili dekan, Dr. Salam, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya menegaskan bahwa Ramadan seharusnya menjadi penguat semangat, bukan penghambat aktivitas akademik.

Berita Terkait:  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti Hadiri Wisuda ke-21 dan Milad ke-17 UMGO

Menurutnya, mahasiswa tetap dituntut menjalankan kewajiban perkuliahan seiring dengan peningkatan kualitas ibadah.

“Ramadan adalah momentum memperkuat keimanan dan tanggung jawab. Semoga kebersamaan ini tidak hanya mempererat hubungan akademik, tetapi juga membangun ukhuwah yang membawa keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Berita Terkait:  UNG Komitmen Dukung Mahasiswa yang Ikut Debat Bahasa Inggris Tingkat Nasional

Salah satu mahasiswa, Dedy Saputra (21), mengaku tausiyah yang disampaikan memberikan banyak pelajaran berharga, terutama dalam menyikapi dinamika kehidupan dan perkembangan tren saat ini.

Ia menilai mahasiswa seni tidak hanya dituntut menguasai bidang kesenian, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual sebagai landasan dalam berkarya.

Berita Terkait:  UNBITA Dukung Penguatan Keluarga di Momentum Peringatan Harganas Ke-32

“Kami belajar bahwa karya seni juga harus memiliki pijakan moral dan nilai Ilahiyah agar tetap berada di jalur yang baik,” ungkapnya.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini sekaligus menjadi wadah mempererat kebersamaan di lingkungan Fakultas Sastra dan Budaya.

Berita Terkait:  Mahasiswa Bastrasia UNG Gelar Pelatihan Bagi Siswa SMAN 1 Suwawa

Keakraban terlihat saat mahasiswa duduk berbaur tanpa membedakan latar belakang,

bersama-sama menikmati hidangan berbuka dengan harapan semangat persaudaraan tersebut terus terjaga di masa mendatang.(mg-06) 

Berita Terkait:  Terpilih Secara Aklamasi, Eduart Wolok Kembali Nakhodai UNG