Siagakan 300 Personil, Kapolres Pohuwato Imbau Masyarakat Waspada Berlalu Lintas

×

Siagakan 300 Personil, Kapolres Pohuwato Imbau Masyarakat Waspada Berlalu Lintas

Share this article
Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono, S.I.K., SH., MH. (Foto: Istimewa)
Kapolres Pohuwato, AKBP Joko Sulistiono, S.I.K., SH., MH. (Foto: Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Jajaran Polres Pohuwato, kembali menyiagakan 300 personil untuk melaksanakan Operasi Ketupat Otanaha 2023.

Disampaikan AKBP Joko Sulistiono, dalam pelaksanaan Operasi yang berlangsung selama 14 tersebut, pihaknya bersama personil gabungan juga menyediakan pos pengamanan disejumlah titik. Hal ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat Pohuwato ataupun masyarakat pengendara yang melintas di wilayah hukum Polres Pohuwato.

“Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kepolisian bisa melapor di Kantor Polisi terdekat juga kita ada 4 pos pengamanan lainya,” kata AKBP Joko Sulistiono, Selasa (18/4/2023).

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menghimbau agar kiranya masyarakat pengendara yang melintasi wilayah Kabupaten Pohuwato untuk lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara, dengan tidak memaksakan diri saat dalam kondisi capek. Terlebih meningkatnya angka kecelakaan pada perayaan hari-hari besar keagamaan seperti ini banyak dipengaruhi oleh kurangnya kepatuhan masyarakat dalam tertib berlalulintas.

“Bagi masyarakat yang melintas kalau capek bisa dimanfaatkan sarana publik yang ada, seperti lapangan, masjid dan lainnya untuk beristirahat karena untuk rest area di kita masih terbatas atau bisa datang ke Pos pengamanan agar tidak menjadi korban Laka Lantas” himbaunya seraya menambahkan.

Jelang lebaran tahun ini pihaknya juga senantiasa meningkatkan pengamanan giat masyarakat dengan melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah rawan.

“Layanan di pos pengamanan kita aktif 24 Jam. Juga yang terpenting bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah, perlu untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman dan menyampaikannya ke RT/RW. Apalagi karena banyak masyarakat kita juga yang meninggalkan Marisa,” tambahnya.(*)

Penulis: Ryan Lagili