Sebelumnya hasil penelitian lapangan oleh Universitas Ehime Jepang, bekerja sama dengan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada akhir Agustus 2015 lalu, menyebutkan bahwa sungai Bone sudah tercemar mercury.
Terungkap bahwa, tim peneliti melakukan uji sampel di 10 titik sungai Bone dimulai dari anak sungai Gula hingga titik temu sungai Bone dan Bulango pada dua hari yang berbeda.
Ada juga beberapa indikator yang menjadi sampel penelitian diantaranya Ph, EC, COD, DOD, TSS. Tercatat, di titik sungai Gula inilah yang menjadi sumber utama limbah kimia dari aktivitas pertambangan emas. (tr-45/hargo)
