Pemkot Gorontalo

Pemkot Gorontalo
Kab. Gorontalo

Sofyan Puhi Minta Kades Turun Tangan Tangani Stunting

×

Sofyan Puhi Minta Kades Turun Tangan Tangani Stunting

Share this article
Sofyan Puhi Minta Kades Turun Tangan Tangani Stunting
Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menyerahkan bantuan intervensi keluarga risiko stanting di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kamis (10/9/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Penanganan stunting di Kabupaten Gorontalo tak bisa hanya mengandalkan layanan kesehatan.

Berita Terkait:  Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Bareng Penjagub, Nelson Tampung Keluhan Pedagang Ikan

Pemerintah desa diminta mengambil peran lebih aktif dengan turun langsung memastikan keluarga yang masuk kategori berisiko mendapatkan pendampingan dan intervensi yang dibutuhkan.

Bupati Gorontalo Sofyan Puhi menegaskan, pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan lintas sektor hingga tingkat rumah tangga.

Berita Terkait:  Raih 5 Penghargaan, Puskesmas Limbar Sukses Harumkan Nama Daerah

Sebab, persoalan stunting tidak semata berkaitan dengan kondisi kesehatan, tetapi juga dipengaruhi lingkungan, akses air bersih hingga kondisi sosial keluarga.

Hal itu disampaikan Sofyan saat menghadiri kegiatan Lebe Gacor (Edukasi dan Intervensi Keluarga Risiko Stunting) yang dirangkaikan dengan pelayanan KB terpadu di Desa Datahu, Kecamatan Tibawa, Kamis (10/9/2026).

Berita Terkait:  Ini yang Dilakukan KOPEK dalam Memberdayakan Pemuda di Sektor Industri Kelapa

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama karena pencegahan stunting bukan hanya urusan medis. Di dalamnya ada unsur lingkungan seperti ketersediaan air bersih dan jaminan sosial, ini harus dipastikan sampai ke keluarga sasaran,” tegas Sofyan Puhi.

Menurutnya, kepala desa memiliki posisi penting dalam upaya tersebut. Kedekatan pemerintah desa dengan masyarakat membuat proses pendampingan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Berita Terkait:  Jelang Iduladha, Pemkab Gorontalo Pastikan Cadangan Pangan Aman dan Daya Beli Warga Terjaga

Untuk itu, Sofyan meminta kepala desa tidak berhenti pada pendataan keluarga berisiko stunting. Data tersebut harus ditindaklanjuti dengan memastikan setiap keluarga memperoleh layanan sesuai kebutuhan.

Pemkab Gorontalo juga mendorong pola intervensi terpadu melalui penguatan Posyandu, edukasi kesehatan, program keluarga berencana serta pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Berita Terkait:  Cetak Generasi Berkarakter, Sofyan Puhi Perkuat Peran Pembina Pramuka

Sofyan Puhi meminta seluruh kepala desa memastikan masyarakat memanfaatkan layanan yang telah disiapkan pemerintah. Menurutnya, setiap kenaikan angka stunting, meski kecil, harus menjadi alarm untuk memperkuat intervensi di tingkat desa.

“Jangan pasif. Pastikan keluarga yang berisiko mendapat pendampingan dan layanan secara maksimal,” pesannya.

Berita Terkait:  Nelayan di Batudaa Pantai Kebagian Bantuan dari Pemkab Gorontalo

Melalui penguatan peran pemerintah desa, Pemkab Gorontalo berharap upaya pencegahan stunting tidak hanya bersifat programatik,

tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan keluarga sasaran.(Adv) 

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Raih Dua Penghargaan Sekaligus dari KASN