Kab. Gorontalo

Tonny Junus: Pancasila Harus Menjadi Kompas Pembangunan Daerah

×

Tonny Junus: Pancasila Harus Menjadi Kompas Pembangunan Daerah

Share this article
Tonny Junus: Pancasila Harus Menjadi Kompas Pembangunan Daerah
Wakil Bupati Tony Yunus saat membuka Dialog Kebangsaan Tingkat Kabupaten Gorontalo 2026 di Kasmat Lahay Convention Center (KLCC), Limboto, Selasa (20/10/2026).

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemerintah tidak boleh menjadikan banyaknya proyek fisik sebagai satu-satunya tolok ukur keberhasilan pembangunan. Lebih dari itu, setiap kebijakan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, menghadirkan keadilan, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan warga.

Berita Terkait:  Bupati dan Wabup Gorontalo Tinjau Pelaksaanaan Asesmen di Dua Lokasi Berbeda

Pesan tersebut ditegaskan Wakil Bupati Gorontalo Tonny S. Junus saat membuka Dialog Kebangsaan Tingkat Kabupaten Gorontalo 2026 di Kasmat Lahay Convention Center (KLCC), Limboto, Selasa (20/10/2026).

Di hadapan peserta dialog, Tonny mengingatkan bahwa Pancasila harus menjadi landasan dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak cukup sekadar dihafalkan atau dijadikan simbol, tetapi mesti diterapkan dalam kebijakan pembangunan, pelayanan publik, serta kehidupan bermasyarakat.

Berita Terkait:  Pemkab Gorontalo Pacu Perbaikan Sekolah, Dana Rp15 Miliar Mengalir

“Pancasila harus menjadi kompas moral sekaligus orientasi etik dalam setiap aspek kehidupan kita,” tegas Tonny Junus.

Menurut dia, penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi bagian penting dalam mewujudkan agenda restorasi Kabupaten Gorontalo. Upaya tersebut tidak sebatas memperbaiki infrastruktur atau mengejar target pembangunan fisik, tetapi juga menuntut keberanian mengevaluasi kebijakan, membenahi kekurangan, dan meninggalkan pola kerja yang tidak lagi relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Berita Terkait:  Nelson Hadiri RUA dan Laporan LTKL 2023-2024

Dengan pendekatan itu, pembangunan diharapkan tidak hanya menghasilkan capaian secara administratif, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Kemajuan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak pembangunan yang dapat kita wujudkan, melainkan juga tentang seberapa besar manfaat pembangunan itu dirasakan oleh rakyat,” ujarnya.
Berita Terkait:  Pasar Rakyat PENAS XVII Jadi Magnet Ekonomi, UMKM Raup Cuan dari Ribuan Peserta

Tonny juga mengingatkan bahwa nilai kebangsaan menghadapi tantangan serius, mulai dari intoleransi, korupsi, diskriminasi, hingga penyebaran informasi palsu. Persoalan tersebut, menurutnya, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya mengandalkan peran pemerintah.

Keluarga, sekolah, tokoh agama, dan tokoh adat dinilai memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai Pancasila sejak dini. Keluarga menjadi ruang pertama pembentukan karakter, sedangkan sekolah dan lingkungan sosial berperan memperkuat sikap toleran, kepedulian, serta semangat persatuan di tengah keberagaman.

Berita Terkait:  Bupati Cup 2026 Dibuka, Bupati Sofyan: Jaga Sportivitas

Untuk itu, penguatan ideologi Pancasila perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk membangun budaya saling menghormati dan memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang terabaikan dalam pelayanan pemerintah.

Dialog kebangsaan tersebut diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gorontalo melalui Bidang Ideologi. Kegiatan ini menghadirkan Direktur Pengkajian Materi Pembinaan Ideologi Pancasila BPIP RI, Prof. Dr. Muhammad Sabri, M.Ag., sebagai narasumber utama.

Berita Terkait:  Pjs Bupati Gorontalo Tinjau Pelaksanaan Tahapan SKD

Mengangkat tema kontekstualisasi nilai-nilai Pancasila untuk restorasi Kabupaten Gorontalo yang berkemajuan dan berkelanjutan,

kegiatan itu diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat,

Berita Terkait:  Haris Tome Resmi Dilantik Sebagai Pj Sekda Kabupaten Gorontalo

tokoh perempuan, para camat, serta perwakilan organisasi perempuan.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap lahir gagasan konkret untuk menerjemahkan nilai-nilai Pancasila

Berita Terkait:  Resmi! Pantungo, Tenggela, dan Tinelo Jadi Percontohan Desa Cantik 2026

ke dalam kebijakan dan praktik kehidupan bermasyarakat, terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif, adil, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.(Adv)