Gorontalo

Tak Hanya Berorientasi IPK dan Ijazah, Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Lulusan Siap Kerja

×

Tak Hanya Berorientasi IPK dan Ijazah, Perguruan Tinggi Diminta Siapkan Lulusan Siap Kerja

Share this article
Perguruan Tinggi
Budiyanto Sidiki saat menghadiri Rakorwil) Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVI di Ballroom Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (12/10/2023). (Foto: Dok. Diskominfotik)

Hargo.co.id, GORONTALO – Perguruan tinggi di Provinsi Gorontalo diharpakan tidak lagi hanya berorientasi pada IPK dan ijazah.

Berita Terkait:  Dukcapil PMD Provinsi Gorontalo Siap Jalankan Arahan Pokok Kemendagri

Hal tersebut disampaikan Penjabat Sekda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki saat menghadiri kegiatan di Hotel Maqna Gorontalo, Kamis (12/10/2023).

Saat itu, dirinya menghadiri Pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Perguruan Tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVI.

Berita Terkait:  Penjagub: Skala Produksi Ekonomi Kreatif Perlu Dipersiapkan

Rakorwil perguruan tinggi dilingkungan LLDIKTI Wilayah XVI ini diikuti pimpinan atau yang mewakili perguruan tinggi swasta di wilayah Suluttenggo.

Hadir pula Badan Penyelenggara PTS sewilayah LLDIKTI XVI serta peserta dan undangan lainnya.

Berita Terkait:  Dinas Arpus Provinsi Umumkan Pemenang Lomba Resensi Buku dan Video Konten Literasi

Menurut Budiyanto, perguruan tinggi seharusnya menyiapkan peserta didik untuk siap menghadapi dunia kerja dan siap mengembangkan masa depannya.

“Kami juga masih fokus pada sumber daya manusia (SDM) dan ini menjadi spirit kami dalam memperbaiki kualitas penyelenggaraan kediklatan,” kata Budiyanto.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Serahkan Bantuan Rp5 Juta untuk Masjid Al-Mukhlisin

“Beberapa pekan terakhir ini kami juga banyak mengupload konsep konsep mengembangkan perguruan tinggi,” tambahnya.

Dirinya mencontohkan, Pemprov Gorontalo dalam penyelenggaraan Diklat dikembangkan konsep 10, 20, 70.

Berita Terkait:  Sukses Tekan Stunting dan Tingkatkan CKG, Gubernur Gusnar Apresiasi Nakes Gorontalo

Urian tersebut diartikan konsep teoritik clas 10 persen, 20 persen adalah coaching dan mentoring.

Sedangkan, 70 persen diberikan kesempatan kepada ASN dapat memilih tempat magang terbaik. Konsep tersebut menurutnya lebih efektif.

Berita Terkait:  Mampu Gerakan Sektor Ekonomi, Gubernur Bangga dengan Pelaksanaan GHM 2025

“Jadi memang tempat bekerjanya itu merupakan bagian dari pengembangan kompetensi yang justru lebih efektif,” ungkapnya.

“Kebutuhan kita tidak lagi sekadar mengeluarkan sertifikat diklat. Tetapi juga memastikan prosesnya menghasilkan pengembangan kompetensi yang nyata,” tambahnya.

Berita Terkait:  Tim Karateka Gorontalo Resmi Diberangkatkan Menuju PON Bela Diri di Jateng

Ia berharap penyelenggaraan Rakorwil perguruan tinggi ini dapat mempererat kolaborasi antara pihak swasta dengan pemerintah daerah.

Terlebih, kata Budiyanto, tema rakorwil ini tentang membangun sinergi kemandirian program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Berita Terkait:  Idah Pastikan, Anak di Daerah 3T akan Diberi Perhatian Maksimal Lewat SBMP

Di tempat yang sama, Kepala LLDIKTI wilayah XVI Munawir Sadzali Razak menyampaikan, pembahasan Rakorwil teresebut terkait potensi daerah.

Di mana dalam pembahasannya akan berdiskusi dan mengidentifikasi potensi daerah. Termasuk permasalah dan apa yang akan menjadi kontribusi perguruan tinggi.

Berita Terkait:  Temui Gubernur, KORMI Gorontalo Sampaikan Apresiasi

“Kita sudah lakukan pertemuan dengan beberapa stakeholder, ada perwakilan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan industri,” kata Munawir.

“Alhamdulillah berjalan dengan baik. Teman- teman juga sudah siap dengan program-program yg akan kita jalankan di tahun depan,” tandasnya.(Rilis) 

Berita Terkait:  Kinerja Penjagub Gagal? Maskun: Jangan Dinilai dari Satu Indikator Saja