Karena menurutnya, Gafatar memiliki visi misi yang jelas sebagai sebuah organisasi, yakni mensejahterakan seluruh tatanan hidup dalam bangsa dan negara.
Bahkan TK mengklaim, pemerintahlah yang membuat Gafatar menjadi sesat dimata masyarakat Indonesia. “Pemerintah seharusnya yang bertanggung jawab, karena merekalah yang beropini bahwa kami adalah organisasi sesat, tanpa memiliki bukti yang jelas,”ujar TK. Ia bahkan menantang pemerintah untuk membuktikan bila organisasi gafatar sesat.
“Kalau kami memang sesat, coba buktikan,”tegasnya. TK juga mengatakan, selama ini apa yang mereka lakukan di Kalimantan Timur tidak memiliki maksud apa-apa selain untuk bercocok tanam.
Mereka berbondong-bondong ke Kalimantan untuk bertani di tempat yang sama dengan para pengikut gafatar lainya. TK berharap agar warga Gorontalo bisa kembali menerima ia dan keluarganya serta seluruh eks anggota Gafatar saat kembali ke daerahnya masing-masing.
“Saya berharap warga bisa menerima kami kembali, karena kami tidak sesat dan Gafatar juga sudah dibubarkan, jadi sudah tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dengan kami,” tambahnya.
Lebih lanjut TK mengatakan, dirinya ingin kembali menjalani kehidupannya yang normal seperti dulu lagi, tanpa takut dengan kelompok masyarakat manapun. (tr-45/hargo)
