Sabtu, 3 Desember 2022
Dari Gorontalo untuk Indonesia



TMMD 102: Dandim Tegaskan, Pekerjaan Sudah Capai 70 Persen

Oleh Admin Hargo , dalam Gorontalo , pada Rabu, 25 Juli 2018 | 17:30 Tag: ,
  

Hargo.co.id, GORONTALO – Upaya Dandim Kodim 1304 Gorontalo, Letkol Inf. Allan Surya Lesmana, S.Sos agar pekerjaan terus dipacu, membuahkan hasil. Buktinya, setelah kembali mengunjungi lokasi pada rabu (25/07/2018) diperoleh informasi jika pekerjaan kini sudah 70 persen.

Padahal, sehari sebelumnya, Allan Surya Lesmana sempat mengunjungi lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 102 di Desa Pangea dan Saritani, pekerjaan masih rata-rata 50 persen. Namun kini sudah nampak hasilnya dan tak lama lagi rampung.

“Saya sudah cek langsung di lapangan, dan hasilnya pekerjaan hingga hari ini sudah rampung 70 persen. Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung khususnya masyarakat setempat,” kata Allan Surya Lesmana.

Masih pada kesempatan yang sama, Allan Surya Lesmana menambahkan jika pekerjaan yang terus digenjot yakni pembangunan Rumah Tiga Pilar, masjid dan 30 unit jamban. Sementara 7 buah plat duiker dipastikan akan rampung dalam satu dua hari ke depan.

“Terkait proses pekerjaannya, hingga saat ini belum ditemukan kendala. Cuaca yang sejak awal pembukaan TMMD pada 10 Juli 2018 cukup bersahabat, sehingga lebih memudahkan para anggota Satgas melakukan pekerjaan mereka. Akses jalan kini sudah mencapai panjang 3.000 meter,” ungkap Allan Surya Lesmana.

Tim Satgas TMMD 102 menghentikan pengerukan jalan dengan alasan sudah menemukan mata air. (Foto istimewa/ Tim Satgas TMMD 102)

Informasi lain yang diperoleh, Tim Satgas TMMD 102 ada satu sisi jalan telah dihentikan pengerukan. Pasalnya, setelah dikeruk hingga 3 meter, ditemukan 4 mata air di lokasi pekerjaan, sehingganya tim Satgas menolak permintaan Pemda untuk menurunkan jalan tersebut hingga 6 meter.

Ini diungkapkan Koordinator Pembuatan Jalan, Kapten Inf. Franki Kirimang, penghentian pengerukan jalan di atas Puncak Penyesalan dilakukan karena anggota Satgas tidak ingin mengambil resiko rusaknya jalan akibat luapan mata air tersebut. Sehingganya pekerja memutuskan untuk menghentikan pekerjaan di ketinggian 3 meter.

“Kami tidak bisa lagi menurunkannya karena sudah ada mata air, nanti akan kewalahan kalau mata airnya makin membesar,” jelasnya.

Sementara itu, tim pengawasan pekerjaan dari Dinas Pekerjaan Umum, Pemda Boalemo yang berada di lokasi langsung melihat mata air yang ke luar dari bukit tersebut.

Sebelum pengerjaan sendiri disepakati akan dilakukan penurunan 6 meter dari ketinggian sebelumnya, sehingga nantinya jalan akan sedikit rendah dari yang sebelumnya. Namun meskipun demikian, ketinggian yang sudah dikurangi 3 meter sudah dirasa cukup, karena dari titik bawah bukit sudah tidak terlalu curam dan tidak lagi berbahaya bagi para pengendara yang akan menuruni bukit tersebut. (taufik/jibson/hg)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar