Metropolis

Tolak PSN, Ratusan Warga Pohuwato Demo Kantor DLHK Provinsi

×

Tolak PSN, Ratusan Warga Pohuwato Demo Kantor DLHK Provinsi

Share this article
Tolak PSN, Ratusan Warga Pohuwato Demo Kantor DLHK Provinsi
Ratusan masa aksi saat melakukan unjuk rasa di kantor DLHK Provinsi Gorontalo. (Foto: MG-16)

Hargo.co.id, GORONTALO – Ratusan masyarakat Kabupaten Pohuwato bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar aksi unjuk rasa di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo, Selasa (07/01/2025).

Berita Terkait:  Sesosok Mayat Pria Ditemukan di MI Al-Magfirah Telaga Jaya

Aksi unjuk rasa ini terkait proyek strategi nasional (PSN) di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia, yang terindikasi melanggar aturan dengan status perampasan lahan masyarakat seluas 200 Hektar persegi, oleh tiga perusahaan pemenang proyek, masing-masing PBJ, PEG dan PBT.

Aksi yang berlangsung damai, nyaris berakhir rusuh akibat terjadinya kesalah pahaman ataran masa demonatran dengan Kepala DLHK Provinsi Gorontalo. Beruntung, ketegangan dapat direda dengan adanya kesepakatan antara masa aksi dan pihak DLKH yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Ourstanding (MoU).

Berita Terkait:  Oknum Polisi Diduga Aniaya Anak 17 Tahun dengan Senjata Api, Kapolda: Terbukti, Akan Ditindak Tegas

Usai menggelar aksi unjuk rasa di kantor DLHK, masa demonstran kemudian melanjutkan aksi unjuk rasa di kantor DPRD Provinsi Gorontalo,

guna mengadukan aspirasi mereka, dengan harapan adanya pembatalan pembebasan lahan seluas 200 Hektar yang terindikasi penyerobotan.

Tarkait aksi unjuk rasa ini, Anggota Komisi 2 DPRD Provinsi Gorontalo Limonu Hipu, mengatakan,

upaya ini sudah dilakukannya sejak 2011 dan sampai sekarang masih tetap diperjuangkan.

Berita Terkait:  Ranting Lapuk Berserakan di Ruas Jalan Desa Iloheluma Bonbol Nyaris Telan Korban

“Jangan pikir kami hanya diam menanggapi hal ini. Kami akan kawal ini, sampai pada tahap penyelesaian.

Insyaallah akhir Januari akan dilaksanakan RDP, agar memastikan semua lembaga terkait bisa hadir,

baik itu pihak perusahaan, masyarakat, serta aliansi mahasiswa,” ujar Limonu Hipu.

“Tanggal 20 Januari kami akan lakukan rapat internal dengan komisi 2 DPRD

dan mengundang perwakilan 15 orang menyertai rapat kami,” pungkasnya tegas. (MG-16) 

Berita Terkait:  Mahasiswi yang Nekat Gadaikan Laptop Rekannya: Hanya untuk Foya-foya