HeadlineKota Gorontalo

Usai Upacara 17 Agustus, Pasar Sentral Mulai Dioperasikan

×

Usai Upacara 17 Agustus, Pasar Sentral Mulai Dioperasikan

Share this article
Pasar Sentral, Reformasi Birokrasi
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. (Dok. Prokopim)

Hargo.co.id, GORONTALO – Tepat tanggal 17 Agustus 2023 nanti, Pasar Sentral akan mulai dioperasikan. Hal itu dikemukakan Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, ketika diwawancarai awak media, Senin (7/8/2023) di halaman rumah jabatan wali kota.

Berita Terkait:  Rp1 Miliar Dana Kelurahan Dumbo Raya Digenjot untuk Infrastruktur Dasar

“Usai upacara peringatan detik-detik Proklamasi, Pasar Sentral akan diresmikan,” ungkap Marten Taha.

Sebelum diresmikan, kata Marten, pihaknya terlebih dahulu akan memindahkan para pedagang ke lapak yang sudah tersedia, yang diawali dengan pedagang di lantai dua.

Berita Terkait:  Bareng Pemkot, Tanggidaa Group dan PLN NP UPDK Gelar Bersih-bersih Pantai

“Pemindahan akan dilakukan secara dua tahap. Pertama, yang dilantai dua, biar teratur, karena kalau lantai satu yang lebih dulu, nanti pedagang yang menempati lantai dua akan kesusahan memindahkan barang-barangnya. Itu kami rencanakan tanggal 15 Agustus. Nanti ada petugas yang akan kerahkan dan dibantu dari pihak kepolisian untuk pengamanan,” beber Marten.

Jadwal pengoperasian Pasar Sentral ini menjadi kabar baik bagi para pedagang yang saat ini tengah menempati pasar sementara. Betapa tidak, selain akan menempati gedung pasar yang baru bak sebuah mall, pedagang juga sudah tak akan berlama-lama di pasar sementara yang dikarenakan tertundanya pekerjaan lantaran kontraktor pertama yang kurang becus melaksanakan tanggung jawabnya.

Berita Terkait:  Tournament Pencak Silat Wali Kota Cup 2025: Peserta Membludak, Perguruan dari 4 Provinsi Luar Gorontalo Ambil Bagian

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagin) Kota Gorontalo, Junaidy Kiay Demak menyampaikan,

penempatan pedagang di Pasar Sentral akan menggunakan sistem cabut lot. Sistem itu diambil untuk menghindari hal-hal yang bisa menimbulkan polemik diantara sesama pedagang.

“Kami menggunakan sistem zonasi dan cabut lot, dalam pengisian pedagang New Pasar Sentral Kota Gorontalo. Misal, pada zonasi pedagang kain dilakukan cabut lot, sehingga tidak ada pedagang kain yang dispesialkan dalam proses pengisian tersebut. Artinya, yang menentukan pedagang yang ada di masing-masing zonasi untuk mendapatkan tempat,

Berita Terkait:  Sidang Gugatan Wanprestasi Libatkan Oknum Caleg, Tergugat Mengaku Namanya Dicatut Eks Karyawannya

itu tergantung pada setiap pedagang yang melakukan cabut lot, apakah mereka mendapatkan tempat di bagian belakang,

tengah atau depan pada zonasi yang sama,” jelas Junaedi dikutip dari Berita.gorontalokota.go.id.

Selain menggunakan sistem cabut lot, kata Junaedi, penempatan ribuan pedagang di Pasar Sentral nanti, pihaknya akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, bagian lantai dua bangunan pasar dan tahap kedua lantai satu bangunan pasar.

Berita Terkait:  Puluhan Botol Cap Tikus Disita Polisi dari Seorang IRT di Kota Gorontalo

“Proses pengisian pedagang di New Pasar Sentral Kota Gorontalo ini tidak serta merta, dimana kami dari dinas terkait terus melakukan koordinasi dengan Ketua Asosiasi Pasar Sentral, termasuk dengan pedagang. Pengisian pedagngan ini akan dilakukan dua tahap, pertama pada bagian lantai dua dan tahap kedua bagian lantai satu bangunan pasar,” ujarnya.(*)

Penulis: Rendi Wardani Fathan 

Berita Terkait:  Dikritik Warga Enggan Hadiri Kedukaan, Lurah Lekobalo Berdalih Tabrakan Acara