Hargo.co.id POHUWATO  – Kebijakan Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kabupaten Pohuwato yang mencoret tenaga guru yang ada di Kecamatan Lemito hingga Popayato sangat disayangkan oleh pihak DPRD Pohuwato.
Yunus Abdullah Usman yang tak lain adalah wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Lemito-Wanggarasi menjelaskan, guru-guru kontrak yang ada di wilayah barat yang sudah mengabdi hingga 6 tahun dan bahkan 10 tahun kini dicoret oleh pihak Dinas Pendidikan.
Hal ini tentunya sangat disayangkan. Padahal DPRD saat ini, sementara membahas tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang ketenagakerjaan, dimana disitu diatur tentang nasib tenaga kerja, bahkan ketika di PHK nasib mereka seperti apa.
“Ditengah-tengah kami membahas Ranperda, yang terjadi adalah bertambahnya pengangguran dengan dilakukannya pencoretan tenaga guru,†jelasnya.
Bahkan kata Yunus Abdullah Usman yang tak lain adalah Ketua Fraksi Bhineka Tunggal Ika (F-BTI), pihaknya berharap pengambilan kebijakan ini tidak didasari oleh kepentingan politik.
Jika hal tersebut benar, maka ini patut dipertimbangkan lagi. “Kami pun berencana akan mengundang Dinas Pendidikan untuk mencari tahu secara pasti tentang hal ini, sehingga nasib para tenaga guru ini bisa jelas.
Jika mereka sudah tidak mengajar lagi? Mereka akan bekerja apa dan ini bahkan akan menambah daftar pengangguran di daerah Pohuwato,†pungkasnya.(kif/hargo)
