Hargo.co.id GORONTALO – Sudah diprediksi dari awal bahwa Musda DPD II Partai Golkar Kabupaten Gorontalo (Kabgor) bakal seru dengan munculnya dua nama yakni Warsito Sumawiyono dan Herndra ‘Dadang’ Hemeto.
Hanya saja, pada menit-menit akhir Warsito Sumawiyono memilih mundur dan Musda dimenangkan oleh Herndra ‘Dadang’ Hemeto secara aklamasi.
Hasil pantauan Gorontalo Post, isu bahwa akan berlangsung secara aklamasi sudah berhembus sejak Musda dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar, Rusli Habibie.
Namun, tanpa diduga sebelumnya, yakni saat pimpinan sidang, Budianto Napu memberi kesempatan selama 5 menit untuk mendaftar, tiba-tiba Warsito Sumawiyono ikut menyetor berkas dukungan.
Suasana dalam Gedung Misfalah Limboto jadi ‘gaduh’. Ada yang beranggapan jika komunikasi antara Warsito Sumawiyono dan Hendra ‘Dadang’ Hemeto belum selesai.
Buktinya, setelah Hendra ‘Dadang’ Hemeto menyetor dukungan, hal yang sama juga dilakukan oleh Warsito Sumawiyono.
“Sebelum dilakukan pemilihan, berkas para pendaftar akan diverifikasi lebih dulu,†kata Budianto Napu.
Hasilnya, dukungan mencukupi, namun ada acatatan yakni salah seorang pimpinan kecamatan (PK) memberi dukungan kepada kedua kandidat.
“Kami meminta kepada kedua figur untuk kembali memasukan dukungan, karena ada salah seorang PK yang memberi dukungan ganda. Sidang saya kembali skorsing,†kata Budianto Napu.
Belum sempat mengetuk palu bertanda sidang diskorsing, Warsito Sumawiyono langsung menyela dan meminta kesempatan untuk berbicara, dan itu diizinkan.
“Terima kasih kepada seluruh PK yang telah memberi dukungan kepada saya. Terima kasih kepada pak Rustam Akili yang telah mendidik saya menjadi seorang politisi.
