Kabar Nusantara

Pemandian Puncak Meranti, Objek Wisata Alam di Bone Bolango yang Sejuk dan Asri

×

Pemandian Puncak Meranti, Objek Wisata Alam di Bone Bolango yang Sejuk dan Asri

Share this article
Pemandian Puncak Meranti, Objek Wisata Alam di Bone Bolango yang Sejuk dan Asri
Pengunjung yang sedang menikmati keindahan alam di kolam Pemandian Puncak Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. (Foto: Foto Istimewa)

Hargo.co.id, GORONTALO – Pemandian Puncak Meranti adalah salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bone Bolango yang menyuguhkan kolam pemandian air yang sejuk dan pemandangan alam sekitar yang asri.

Berita Terkait:  Warga Imandi dan Tambun Saling Serang, Daratan Dumoga Kembali Memanas

Objek wisata yang mulai beroperasi sejak 2010 ini, terletak di Desa Meranti, Kecamatan Tapa, Kabupaten Bone Bolango. Hingga dengan saat ini, destinasi pemandian puncak Meranti ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar daerah.

Hal yang menarik banyak pengunjung datang ke tempat wisata ini yaitu lokasinya yang hanya berjarak 30 menit dari pusat Kota Gorontalo. Selain itu, mulai dari pintu masuk hingga ke dalam wahana kolam pemandian, pengunjung disuguhkan suasana dan pemandangan alam yang masih asri, udara yang sejuk, serta air kolam yang jernih dan dingin.

Berita Terkait:  Gedung DPR RI Berubah Nama Binatang di Google Maps

“Selain bisa berenang di kolam, kita juga bisa menikmati pemandangan yang indah disini,” ungkap Ain (Pengunjung) saat diwawancarai Wartawan media ini pada Ahad (5/3/2023).

Sementara itu, selaku pengelola tempat wisata tersebut, Jamal B. Mahmud (20) mengatakan bahwa tarif masuk ke tempat wisata ini disama ratakan. Orang dewasa hingga anak-anak, hanya diperkenankan membayar tiket seharga Rp.10.000.

Berita Terkait:  Bone Bolango Kehilangan Putra Terbaik, Mohamad Kilat Wartabone Wafat di Usia 65 Tahun

“Ya, Rp. 10.000 bagi anak-anak dan orang dewasa. Kalau rombongan, kita berikan hak istimewa berupa diskon harga,” kata Jamal B. Mahmud.

Lanjut ia juga menambahkan, bahwa tempat wisata ini hanya dibuka setiap akhir pekan, yakni hari sabtu dan minggu. Dari usaha ini ia mengaku memiliki pendapatan yang cukup besar, mulai dari Rp. 40 juta hingga Rp. 60 juta, terlebih pada awal tahun 2023.

Berita Terkait:  SSDM Polri Gelar Baksos dan Akan Bangun SMA Taruna Bhayangkara di Bogor

“Pendapatan awal tahun 2023 kemarin itu Rp. 40 hingga Rp. 60 juta. Itu merupakan pendapatan terbanyak selama wisata ini dibuka, dan kalau pendapatan paling sedikit itu hanya Rp. 500 ribu,” tutup Jamal B. Mahmud.(*)

Penulis: Indrawati Endris/Mahasiswa Magang UNGĀ 

Berita Terkait:  UNG Bersholawat, Diharap Seimbangkan Ilmu Keagamaan dan Akademik