Kabar Nusantara

Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

×

Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun

Share this article
Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir Tahun
Dua unit mobil tengah melaukan pengisian BBM di salah satu SPBU yang ada di Sulawesi.

Hargo.co.id, JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite dan Biosolar, tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026.

Berita Terkait:  Polisi Ungkap Kronologi Pembunuhan Mahasiswa UI, Diduga Karena Iri Hati

Kepastian tersebut diberikan di tengah lonjakan harga minyak dunia yang telah menembus level USD107 per barel. Pemerintah menilai harga BBM bersubsidi perlu tetap dijaga agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memastikan harga Pertalite dan Biosolar tetap mengacu pada kebijakan pemerintah dan tidak naik hingga penghujung tahun.

Berita Terkait:  AMSI Gorontalo Periode 2026-2030 Dilantik, Temu Jurnalis Jadi Momentum Penguatan Pers Daerah

Berbeda dengan BBM bersubsidi, harga BBM nonsubsidi tetap dapat mengalami penyesuaian. Perubahan harganya mengikuti perkembangan harga minyak dunia dan kondisi pasar.

Penyesuaian BBM nonsubsidi dilakukan berdasarkan rata-rata harga minyak dunia dalam periode satu bulan.

Berita Terkait:  Pasca Bentrok 2 Ormas, Kapolda Sulut: Aktivitas di Bitung Sudah Normal

Sebelumnya, Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora juga menyampaikan harga BBM subsidi dan nonsubsidi per 1 Oktober 2026 masih sama dengan harga September.

Menurut Kitty, harga Pertalite dan Biosolar tidak berubah hingga akhir tahun sesuai kebijakan pemerintah. Sementara harga BBM nonsubsidi masih mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga minyak dan kondisi masyarakat.

Berita Terkait:  Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai

keputusan mempertahankan harga BBM tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Berita Terkait:  Sempat Putus Total Dihantam Banjir, Jembatan Milangodaa Kini Jadi Andalan Warga Bolsel

Ia mengatakan, kebijakan tersebut dibutuhkan karena harga BBM memiliki dampak luas terhadap daya beli masyarakat sekaligus biaya produksi berbagai sektor usaha.

“Saya pribadi mendukung upaya dari pemerintah ini untuk memberikan bantuan subsidi upah pada buruh, dan juga ditambah dengan mempertahankan harga minyak, terutama mempertahankan harga BBM yang saya pikir yang paling esensial,” ujar Faisal, dikutip Selasa (6/10/2026).

Berita Terkait:  Kapolda: Kolaborasi TNI-Polri Kunci Keberhasilan Menjaga Keamanan

Menurut dia, pemerintah perlu memastikan harga BBM bersubsidi tidak dilepas mengikuti gejolak harga minyak dunia. Sebab, kenaikan BBM akan langsung memberikan tekanan terhadap masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah.

Faisal mengakui kebijakan mempertahankan harga BBM bersubsidi akan menambah beban subsidi dalam APBN.

Berita Terkait:  HALO STROKE Permudah Keluarga Penyintas Akses Informasi Kesehatan

Namun, menurutnya, langkah tersebut tetap diperlukan untuk menjaga daya beli

sekaligus menopang sektor produksi yang banyak bergantung pada konsumsi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Berita Terkait:  Masyarakat Diajak Bersihkan Sampah di Kawasan Hutan Mangrove

“Walaupun hal tersebut berpengaruh terhadap beban subsidi di APBN, tapi ini untuk menolong perekonomian,

dan sifatnya ini mendesak serta esensial untuk menjaga daya beli,” katanya.(jp) 

Berita Terkait:  Polisi Tembak Polisi di Bogor: Keluarga Korban Minta Kasus Ditangani Bareskrim