Kabar Nusantara

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

×

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

Share this article
Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana
Suasana pagi di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolsel, pada hari pertama Ramadan. (Foto: Fendra Amelia Abdullah/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, SULUT – Hari pertama Ramadan di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), diwarnai suasana yang berbeda.

Berita Terkait:  Dari Laci Sekolah Hingga Nyaris ke New York: Perjalanan Amina Menyulam Asa Lewat Karawo

Sejak selesai salat Subuh, jalan utama desa dipenuhi warga yang memanfaatkan pagi dengan berjalan santai dan bercengkerama.

Arus warga terlihat mengalir dari berbagai penjuru kampung. Sebagian memilih berjalan kaki menikmati udara segar, sementara lainnya datang dengan sepeda motor sebelum memarkirkannya di tepi jalan.

Berita Terkait:  PP 28 Tahun 2024 Disahkan: Pemerintah Larang Rokok Dijual Eceran!

Percakapan ringan dan tawa kecil terdengar di antara kelompok-kelompok warga yang saling menyapa.

Kebiasaan ini sudah menjadi tradisi tak tertulis setiap Ramadan tiba. Tanpa undangan resmi atau agenda khusus, masyarakat menjadikan momen pagi sebagai ruang silaturahmi sebelum kembali ke rutinitas harian.

Berita Terkait:  Briptu Renita Rismayanti Terima Penghargaan dari PBB

“Setiap awal puasa suasananya memang ramai seperti ini. Habis subuh, banyak yang keluar untuk jalan pagi dan kumpul sebentar,” tutur Febri, salah seorang warga.

Lingkungan desa yang dikelilingi deretan pohon kelapa dan perbukitan hijau menambah kenyamanan suasana.

Berita Terkait:  Maledungga 2025 Libatkan Puluhan Seniman

Jalan utama seakan berubah fungsi menjadi ruang publik sementara, tempat warga berbagi cerita dan mempererat kebersamaan.

Ramadan di Nunuka Raya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci ini menghadirkan kebersamaan yang tumbuh dari kebiasaan sederhana, dimulai sejak cahaya pagi pertama menyinari desa.(Mg-01) 

Berita Terkait:  Polri Tangkap 414 Tersangka Terkait TPPO dan Kejahatan Terhadap Pekerja Migran