Kabar Nusantara

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

×

Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana

Share this article
Ramadan di Nunuka Raya, Hadirkan Kebersamaan yang Tumbuh dari Kebiasaan Sederhana
Suasana pagi di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolsel, pada hari pertama Ramadan. (Foto: Fendra Amelia Abdullah/Mahasiswa magang UNG)

Hargo.co.id, SULUT – Hari pertama Ramadan di Desa Nunuka Raya, Kecamatan Tomini, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), diwarnai suasana yang berbeda.

Berita Terkait:  Sebanyak 532 Tersangka Dibekuk Satgas TPPO

Sejak selesai salat Subuh, jalan utama desa dipenuhi warga yang memanfaatkan pagi dengan berjalan santai dan bercengkerama.

Arus warga terlihat mengalir dari berbagai penjuru kampung. Sebagian memilih berjalan kaki menikmati udara segar, sementara lainnya datang dengan sepeda motor sebelum memarkirkannya di tepi jalan.

Berita Terkait:  Ini Hari Besar Nasional di Bulan Juli 2023, Liburnya Hanya Sehari

Percakapan ringan dan tawa kecil terdengar di antara kelompok-kelompok warga yang saling menyapa.

Kebiasaan ini sudah menjadi tradisi tak tertulis setiap Ramadan tiba. Tanpa undangan resmi atau agenda khusus, masyarakat menjadikan momen pagi sebagai ruang silaturahmi sebelum kembali ke rutinitas harian.

Berita Terkait:  Bersepeda di Pagi Hari, Kapolda Gorontalo Olahraga sekaligus Pantau Kamtibmas

“Setiap awal puasa suasananya memang ramai seperti ini. Habis subuh, banyak yang keluar untuk jalan pagi dan kumpul sebentar,” tutur Febri, salah seorang warga.

Lingkungan desa yang dikelilingi deretan pohon kelapa dan perbukitan hijau menambah kenyamanan suasana.

Berita Terkait:  Lolosnya 4 Kontainer Batu Hitam, Kapolda Diminta Jangan Tunggu Gelombang Demonstrasi

Jalan utama seakan berubah fungsi menjadi ruang publik sementara, tempat warga berbagi cerita dan mempererat kebersamaan.

Ramadan di Nunuka Raya bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Lebih dari itu, bulan suci ini menghadirkan kebersamaan yang tumbuh dari kebiasaan sederhana, dimulai sejak cahaya pagi pertama menyinari desa.(Mg-01) 

Berita Terkait:  Dari Laci Sekolah Hingga Nyaris ke New York: Perjalanan Amina Menyulam Asa Lewat Karawo