Hargo.co.id, GORONTALO – Tim kuliah kerja nyata (KKN) pelatihan pemberdayaan masyarakat (PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) kerabat Kota Barat mendatangi kantor Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapppeda) Kota Gorontalo, Rabu (10/7/2024).
Kedatangan KKN UGM yang disambut Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Linang Musa itu, guna membahas pengembangan Kecamatan Kota Barat yang dinilai punya banyak potensi, sehingga membutuhkan perencanaan wilayah kota secara khusus.
Pembahasan pengembangan Kota Barat itu, dibuka dengan kondisi geografis Kecamatan Kota Barat. Dimana, wilayah itu mempunyai luas 14,6 km2 atau 22,73 persen dari luas Kota Gorontalo.
Di Kecamatan Kota Barat, terdapat tujuh Kelurahan, yakni Dembe I, Pilolodaa, Lekobalo, Buliide, Tenilo, Molosipat W, dan Buladu. Dari tujuh kelurahan tersebut, terdapat 22 RW dan 44 RT.
Pada pembahasan itu, turut mengungkap kondisi wilayah Kota Barat yang didominasi wilayah perbukitan, meski hanya satu kelurahan yang berada di atas bukit, yakni Kelurahan Pilolodaa.
Sedangkan wilayah lainnya, seperti Lekobalo dan Tenilo berada di kaki bukit. Inilah yang menjadi kesulitan utama pembangunan di wilayah Kota Barat.
“Menurut hasil diskusi dengan Bapppeda, wilayah Kota Barat ini sulit dibangun. Karena kondisi geografis yang rawan bencana,” ujar Mahmud Aziz, selaku anggota dari Tim KKN Kota Barat.
Masuknya Kecamatan Kota Barat sebagai wilayah rawan bencana bisa dilihat dari peristiwa banjir dan longsor yang disebabkan hujan dengan intensitas tinggi.
Bencana banjir sendiri sudah berulang kali menerjang Kecamatan Kota Barat dan merendam ratusan rumah warga.
Hal ini berdampak pada aksesibilitas dan mobilitas warga. Untungnya, kapasitas wilayah tersebut untuk menyurutkan banjir terlampau cukup cepat.
Bukan cuma itu, kondisi dibagian perbukitan, seperti Kelurahan Pilolodaa masih sangat tertinggal. Jalan menuju kesana sudah rusak dan minim pencahayaan. Beberapa panel surya yang dibangun sudah rusak. Akses jalan pun hanya tersedia diseparuh jalan menuju atas bukit.
Selebihnya masih harus ditempuh dengan berjalan kaki. Minimnya fasilitas masyarakat seperti kesehatan dan pendidikan membuat kesejahteraan masyarakat daerah atas berada jauh di bawah garis kemiskinan.
Bahkan, banyak sekali anak-anak yang hanya menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar karena sulitnya akses ke sekolah-sekolah.
“Kita sempat wawancara dengan beberapa masyarakat di Pilolodaa atas. Memang akses listrik dan air sangat minim, mereka juga jarang turun ke daerah bawah. Jadi nggak heran kalau tingkat pernikahan dini didaerah atas juga tinggi,” terang Aziz.
Ajiz juga mengungkap hasil wawancaranya dengan warga Pilolodaa tentang mata pencaharian mereka. Kata Azis, masyarakat Pilolodaa berprofesi sebagai peternak, kuli, dan pengrajin.
“Kebutuhan sehari-hari dipasok oleh beberapa orang yang secara rutin mengantarkan bahan makanan ataupun hasil produksi untuk diperjualbelikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Linang Musa dalam kesempatan itu menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan beberapa upaya perbaikan jalan dan akses ke masyarakat daerah Pilolodaa bagian atas.
Linang juga mengungkapkan, potensi Kecamatan Kota Barat adalah sektor pariwisata.
“Kalau di Gorontalo itu ada peninggalan sejarah Benteng Otanaha, wisatawannya juga lumayan. Jadi area Lekobalo sebenarnya berpotensi untuk dibangun area wisata,” ucap Linang.
Menurut Linang, untuk menuju ke Benteng Otanaha yang merupakan peninggalan kolonial Portugis tersebut, hanya tersedia satu akses jalan.
“Sayangnya, lagi-lagi rencana tersebut terhalang karena tingginya potensi bencana longsor dan banjir,” ungkap Linang.
Audiensi Tim KKN UGM Kerabat Kota Barat bersama Bapppeda ini, diharapkan menjadi langkah awal untuk menggencarkan pembangunan diarea-area tertinggal di Kecamatan Kota Barat.
Program KKN dari tim mahasiswa nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, strategi ini dapat membawa manfaat bagi masyarakat, khususnya wilayah Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo, sesuai dengan kapasitas mahasiswa.(tsy)












