HeadlineKabar Nusantara

Bone Bolango Kehilangan Putra Terbaik, Mohamad Kilat Wartabone Wafat di Usia 65 Tahun

×

Bone Bolango Kehilangan Putra Terbaik, Mohamad Kilat Wartabone Wafat di Usia 65 Tahun

Share this article
Bone Bolango Kehilangan Putra Terbaik, Mohamad Kilat Wartabone Wafat di Usia 65 Tahun
Suasana duka di rumah kediaman almarhum Mohamad Kilat Wartabone. (Foto: Caisar/GP)

Hargo.co.id, GORONTALO – Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bone Bolango. Salah satu tokoh senior daerah, Mohamad Kilat Wartabone, meninggal dunia pada Ahad (7/6/2026) malam setelah menjalani perawatan akibat komplikasi penyakit diabetes.

Berita Terkait:  Aliansi Masyarakat Bone Bolango Gelar Aksi di Center Point, Tuntut Kepastian Hukum Kasus Bansos

Mantan Wakil Bupati Bone Bolango itu mengembuskan napas terakhir pada pukul 18.45 Wita dalam usia 65 tahun. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Bone Bolango yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, ramah, dan dekat dengan rakyat.

Suasana haru langsung terasa saat jenazah almarhum tiba di rumah duka di Kecamatan Suwawa. Tangis keluarga, kerabat, dan warga yang datang silih berganti menyambut kepulangan terakhir tokoh yang selama ini dikenal rendah hati tersebut.

Berita Terkait:  Gegara Spiritus, Sebuah Bengkel di Limboto Nyaris Hangus Terbakar

Adik almarhum, Kris Wartabone, mengungkapkan bahwa sebelum wafat, Mohamad Kilat Wartabone sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit akibat infeksi pada bagian kaki yang dipicu tingginya kadar gula darah.

“Beliau memang sudah beberapa hari dirawat. Ada infeksi di bagian kaki akibat komplikasi diabetes,” ujar Kris.

Berita Terkait:  Peduli Korban Banjir Tolinggula, Majelis Rasulullah Salurkan Donasi

Pihak keluarga berencana memakamkan almarhum sebelum waktu salat Zuhur. Namun hingga malam hari, lokasi pemakaman masih menunggu hasil musyawarah keluarga besar.

“Kami masih akan bermusyawarah bersama keluarga. Yang pasti, kami berupaya agar almarhum dimakamkan sebelum tengah hari,” katanya.

Berita Terkait:  Hasil Sementara Pileg DPR RI Dapil Gorontalo: NasDem Paling Teratas, Golkar Urutan Tiga

Bagi keluarga, sosok Mohamad Kilat Wartabone bukan hanya seorang tokoh politik, melainkan figur pemersatu yang selalu menghadirkan ketenangan di tengah perbedaan.

Menurut Kris, almarhum dikenal tidak pernah menyelesaikan persoalan dengan emosi, melainkan mengedepankan dialog dan musyawarah.
Berita Terkait:  JFL 2026 Peringatan HPN ke-80: Tak Pernah Alami Kekalahan, Tim Kota Gorontalo Sabet Juara

“Beliau adalah orang yang paling bijaksana dalam keluarga. Saat ada persoalan, selalu mengajak berdiskusi dan mencari jalan terbaik. Bahkan dalam politik, meski kadang kami berada pada posisi berbeda, beliau selalu menjaga agar hubungan keluarga tetap harmonis,” tuturnya.

Di masa-masa akhir kehidupannya, almarhum lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, anak, dan cucu. Aktivitas sehari-harinya pun didominasi kegiatan ibadah dan berkumpul bersama orang-orang terdekat.

Berita Terkait:  Anak Tiri Tikam Bapak Sambung Usai Cekcok di Warung Jajanan

“Beliau lebih banyak di rumah dan ke masjid. Waktu bersama keluarga menjadi hal yang paling beliau nikmati,” tambah Kris.

Salah satu hal yang paling membekas di ingatan keluarga adalah doa yang kerap dipanjatkan almarhum menjelang akhir hayatnya. Menurut cerita sang istri, almarhum sering memohon kepada Allah agar diwafatkan pada usia 66 tahun.

Berita Terkait:  Pernyataan Presiden Jokowi Soal Konflik Papua Tuai Kritikan

“Istri beliau pernah bercerita bahwa almarhum sering berdoa agar dipanggil Allah pada usia 66 tahun. Mungkin karena berbagai cita-cita dunia sudah tidak lagi menjadi fokus beliau,” ungkap Kris.

Mohamad Kilat Wartabone merupakan salah satu tokoh berpengaruh dalam perjalanan politik Bone Bolango. Ia pernah menjabat Wakil Bupati Bone Bolango dan dilantik pada 2014 untuk melanjutkan sisa masa jabatan periode 2010–2015. Pada Pilkada 2015, ia kembali maju sebagai calon wakil bupati mendampingi Hamim Pou.

Berita Terkait:  Aktivitas PETI di Balayo Diduga Gunakan Alat Berat, Kades: Mungkin Ada 8 Ekskavator

Kepergian Mohamad Kilat Wartabone menjadi kehilangan besar bagi Bone Bolango. Dedikasi, keteladanan, dan sikapnya yang menyejukkan akan terus dikenang oleh masyarakat yang pernah merasakan pengabdiannya.(Csr)