Gorontalo

Inflasi Tahunan Provinsi Gorontalo: Terendah Kedua Nasional

×

Inflasi Tahunan Provinsi Gorontalo: Terendah Kedua Nasional

Share this article
Inflasi Tahunan Provinsi Gorontalo_ Terendah Kedua Nasional
Pj. Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin mengikuti rakor inflasi nasional yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto melalui zoom meet di rumah jabatan gubernur (Foto: Diskominfo)

Hargo.co.id, GORONTALOProvinsi Gorontalo kembali menorehkan prestasi ditingkat nasional dengan tingkat inflasi year on year (yoy) atau tahunan pada November 2024 menjadi terendah kedua nasional.

Berita Terkait:  Pelatihan Qur’an Isyarat Baznas RI-Lakpesdam PWNU Gorontalo Berakhir, 31 Peserta Dinyatakan Lulus

Hal itu terungkap pada rapat koordinasi inflasi nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan diikuti seluruh kepala daerah melalui zoom meet, Senin (9/12/2024).

“Tingkat inflasi tahunan Provinsi Gorontalo pada November 2024 sebesar 0,27 persen, terendah kedua secara nasional setelah Bangka Belitung,” ungkap Penjabat Gubernur Gorontalo, Rudy Salahuddin. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, angka inflasi periode yang sama tahun 2023 sebesar 3,22 persen.

Berita Terkait:  Pemprov Sampaikan KUA-PPAS APBD 2025 ke DPRD Provinsi Gorontalo

Menurut Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif, perkembangan harga tahun lalu kurang stabil jika dibandingkan tahun ini.

“Pada Oktober, November, Desember tahun lalu tiba-tiba harga naik tinggi. Kuncinya tahun ini kita harus mampu menjaga harga, khususnya bawang, cabai, tomat, beras, dan minyak goreng. Jangan sampai kenaikan harga di luar kendali.

Jika harga bisa kita jaga maka inflasi Desember 2024 nanti akan sangat bagus dan inflasi yoy paling tidak

akan tetap bertahan di posisi kedua terendah nasional,” jelas Mukhanif.

Berita Terkait:  Gubernur Gusnar Mulai Dialog Kinerja, BKPSDM Jadi Titik Awal Pembenahan Aparatur

Mukhanif menjelaskan, menjelang Natal dan tahun baru harga komoditas stategis harus dijaga agar tidak terjadi kenaikan yang tinggi.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, harga cabai melambung tinggi hingga mencapai Rp150 ribu per kilogram

saat menjelang Natal dan tahun baru sehingga berdampak pada angka inflasi yang tinggi. (Rls)