Hargo.co.id, GORONTALO – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menerima kunjungan kerja Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti, Ahad (13/7/2025) di rujab gubernur.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan koperasi Merah Putih (KMP) di Gorontalo, khususnya koperasi yang terpilih sebagai mockup (Model Koperasi Pangan) untuk pencanangan nasional.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah aspek teknis dan strategis terkait koperasi yang akan menjadi bagian dari gerakan ekonomi masyarakat berbasis kelurahan dan desa.
Gubernur Gusnar Ismail menjelaskan bahwa koperasi yang dijadikan mockup atau percontohan sudah dipersiapkan dan siap beroperasi. Sebanyak 729 koperasi di Indonesia telah berbadan hukum, termasuk yang di Gorontalo, dan tinggal menunggu pencanangan resmi.
“Setelah dicanangkan oleh Presiden, koperasi-koperasi ini harus mulai menyusun business plan. Harus jelas usaha apa yang akan dijalankan. Misalnya, koperasi bisa menjual pupuk subsidi, menyediakan LPG dengan dukungan Pertamina, atau membuka jasa penyewaan tenda dan kursi untuk acara masyarakat. Semua ini harus realistis, mudah dijalankan, dan menguntungkan,” jelas Gusnar Ismail.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya tanggung jawab dalam pengelolaan pinjaman oleh anggota koperasi.
“Kalau meminjam, harus dikembalikan karena ini bukan bantuan sosial. Maka dari itu, pendampingan masyarakat menjadi hal penting dalam membangun kepercayaan dan keberlanjutan usaha koperasi,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Bidang 3 Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan, Nani Hendiarti mengungkapkan bahwa
peluncuran koperasi Merah Putih akan diikuti dengan pendampingan intensif untuk menyusun unit usaha yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Semua koperasi sudah berbadan hukum. Setelah peluncuran, akan ada pendampingan untuk memastikan usaha koperasi berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Konsep gerai usaha telah disiapkan sebagai panduan, dan akan terus dimonitor oleh tim sekretariat,” jelas Nani.
Peluncuran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi tonggak baru dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dari bawah, serta menjadi model replikasi di berbagai daerah lainnya.
Adapun lokasi koperasi yang akan menjadi fokus kunjungan di Provinsi Gorontalo, berada di Hutada’a, Gandaria dan Hulawa di Kabupaten Pohuwato. (Mg-10)












