Hargo.co.id, GORONTALO – Setelah kurang lebih tiga tahun terhenti, Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali melanjutkan proyek pembangunan Kanal Tanggidaa.
Groundbreaking kelanjutan pembangunan proyek ini, dilakukan langsung Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, didampingi Wagub Idah Syahidah, Senin (14/07/2025).
Gubernur Gusnar dalam sambutannya menyoroti bahwa pembangunan kota harus dilaksanakan secara bersama-sama, dengan dukungan anggaran dari kedua belah pihak.
“Ada anggaran dari kota, ada anggaran dari provinsi, semua kita harus laksanakan sehingga fungsi kota ini sebagai ibu kota provinsi semakin meningkat dan semakin baik,” ujar Gusnar.
Khusus mengenai Kanal Tanggidaa, Gusnar menjelaskan bahwa proyek ini awalnya dibiayai melalui pinjaman pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari pemerintah pusat.
Namun, di tengah perjalanan, sebagian dana terpaksa dikembalikan. Meskipun demikian, komitmen untuk menuntaskan proyek ini tetap kuat, bahkan setelah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang memangkas alokasi dana.
“Ketika kami dilantik, ada kebijakan pemerintah pusat yang dikenal kebijakan efisiensi anggaran,” kata Gusnar.
Dengan sisa anggaran yang ada, pihak eksekutif dan legislatif berembuk yang hasilnya adalah sepakat untuk mengalihkan fokus pada penanganan Kanal Tanggidaa yang sudah lama terbengkalai dan menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, termasuk insiden warga yang meninggal karena terjatuh ke selokan.
Saat ini, dengan anggaran yang terbatas, pekerjaan yang dapat dilakukan adalah penataan trotoar.
Namun, Gusnar menjanjikan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan mengusulkan kembali anggaran untuk pengaspalan jalan.
“Nanti Insya Allah tahun 2026 kita akan masukkan lagi anggaran dan mudah-mudahan disetujui oleh DPRD, kita langsung aspal lagi,” tambahnya.
Gusnar juga meminta pengertian dari masyarakat terkait kondisi anggaran yang ada. Ia menekankan bahwa meskipun anggaran terbatas, perhatian terhadap Kanal Tanggidaa tetap penuh.
Ia juga berpesan kepada kontraktor yang baru agar tidak mengulangi kesalahan kontraktor sebelumnya, termasuk keterlambatan pekerjaan. Dukungan masyarakat sekitar juga diharapkan untuk kelancaran proyek ini.
Senada dengan itu, Wakil Gubernur Idah Syahidah, mengatakan bahwa proyek ini merupakan upaya luar biasa untuk penataan Kota Gorontalo. Ia mengapresiasi kinerja Gubernur dan berkomitmen penuh terhadap proyek ini.
“Ini adalah fasilitas negara, fasilitas negara sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” tegas Ida Syahidah. Ia juga mengharapkan masyarakat untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun, seperti lampu-lampu indah dan penataan kursi, agar tidak dirusak atau dicuri. (Mg-07/Mg-09)












