Edukasi

Lomba Debat, Upaya Kembangkan Talenta dan Pola Pikir Kritis Siswa

×

Lomba Debat, Upaya Kembangkan Talenta dan Pola Pikir Kritis Siswa

Sebarkan artikel ini
Lomba Debat, Upaya Kembangkan Talenta dan Pola Pikir Kritis Siswa
Suasana pelaksanaan Lomba Debat Tingkat Kabupaten Gorontalo yang digelar di SMA Negeri 1 Telaga, Kamis (31/7/2025). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI dari berbagai sekolah sebagai ajang pengembangan kemampuan berpikir kritis dan argumentatif. (Foto: Arni Nuruji)

Hargo.co.id, GORONTALOLomba debat antar siswa tingkat Kabupaten Gorontalo kembali digelar.

Berita Terkait:  1.402 Mahasiswa UNG Jalani Prosesi Wisuda, Rektor: Jaga Nama Baik Almamater

Lomba ini merupakan upaya strategis untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Telaga, Kamis (31/7/2025).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Gorontalo, Ahmad Sudirman, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan siswa dalam merespons isu-isu aktual dengan pendekatan argumentatif yang logis.

Berita Terkait:  Pesan Eduart Wolok dalam Halal Bi Halal UNG : Manusiawi Bila Ada Sangkaan Buruk

“Kegiatan ini merupakan ajang untuk mengasah talenta peserta didik, terutama dalam berpikir kritis dan kreatif. Mereka dilatih menelisik masalah secara mendalam dan menyampaikannya dalam bentuk argumentasi yang terstruktur,” ujar Ahmad.

Ahmad berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di masa mendatang.

Berita Terkait:  FSB UNG Beri Penghargaan ke Mantan Pengurus Ormawa

“Saya berharap jumlah sekolah yang berpartisipasi semakin bertambah. Selain itu, dukungan dari orang tua sangat penting, karena lomba debat menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi yang memerlukan dukungan moral dari berbagai pihak,” tandasnya.

Peserta lomba dibatasi hanya untuk siswa kelas X dan XI, sesuai pedoman dari Pusat Prestasi Nasional. Tahun ini, sebanyak lima sekolah ikut berpartisipasi dalam cabang debat Bahasa Indonesia, sedangkan dua sekolah mengikuti cabang debat Bahasa Inggris.

Berita Terkait:  Etika Pengguna Literasi Digital

Beberapa sekolah, seperti SMA Negeri 1 Gorontalo dan SMA Negeri 2 Gorontalo, mengikuti kedua cabang tersebut.

Salah satu juri lomba, Herma Didipu, menjelaskan bahwa aspek penilaian terbagi dalam tiga kategori utama.

Berita Terkait:  Tindak Lanjut MoU, UNISAN Gorontalo dan Techvibes Sepakat Implementasi Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

Pertama, aspek konten, yang menilai kekuatan dan kedalaman argumentasi. Kedua, aspek penyampaian, mencakup kemampuan berbahasa, retorika, dan kejelasan ekspresi. Ketiga, aspek strategi, yang menilai susunan logika dan struktur argumen.(Zia)